Lihat Istri Tewas dalam Sumur Saat Isoman, Suami Jantungan Hingga Meninggal

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 18:35 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Klaten -

Seorang ibu asal Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, S (42) ditemukan tewas di dalam sumur. Wanita itu diduga depresi saat menjalani isolasi mandiri.

"Istri diduga depresi. Tapi penyebab depresinya apa tidak jelas tapi memang sedang melakukan isolasi mandiri karena positif COVID," ungkap Kades Sengon, Kecamatan Prambanan, Agus Sumarsono, kepada detikcom, Senin (5/7/2021).

Peristiwa itu diketahui pada pukul 14.30 WIB. Setelah mendapatkan laporan itu, Agus mengaku langsung melaporkannya ke BPBD Klaten.

"Kita langsung laporkan ke BPBD. Ini tim sudah evakuasi di lokasi," lanjut Agus.

Agus menerangkan korban melakukan isolasi mandiri sejak sepekan terakhir bersama anaknya. Keduanya dinyatakan positif dari hasil tes antigen.

"Positif dari pemeriksaan anti gen. Tidak tahu punya masalah apa sebelumnya tapi saya dengar suaminya berencana akan kembali ke Kalimantan," sambung Agus.

Selama ini, kata Agus, wanita itu berjualan mi ayam. Namun sejak menjalani isolasi mandiri dia tidak bisa berjualan.

"Biasanya jualan mi ayam yang istrinya tapi karena isolasi tidak berjualan. Ini sudah ditangani tim kabupaten," sambung Agus.

Tak hanya itu, suaminya berinisial S (45) yang menemukan istrinya di sumur ikut meninggal dunia. Pria itu diduga meninggal karena serangan jantung.

"Istri positif dari antigen dan meninggal di sumur. Suami syok dan meninggal karena memang punya riwayat penyakit jantung," jelas Puspo Plt Camat Prambanan yang juga Plt Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Prambanan, Puspo Enggar Hastuti saat dimintai konfirmasi detikcom melalui pesan singkat.

Puspo menyebut ibu dan anaknya itu diketahui positif COVID-19 sejak Kamis (1/7) lalu. Sementara suaminya yang meninggal karena serangan jantung dinyatakan negatif COVID-19.

"Yang positif anak dan istri tetapi suami negatif saat diswab. Anaknya kini diungsikan di rumah saudara untuk sementara," terang Puspo Enggar.

Sementara itu, salah seorang tetangga korban Gianto mengaku tidak tahu apakah wanita yang ditemukan di dalam sumur itu bunuh diri. Dia menerangkan setelah menemukan jasad istrinya di dalam sumur, sang suami akhirnya ikut meninggal dunia.

"Soal bunuh diri apa tidak warga tidak tahu. Tapi yang meninggal di sumur itu si istri positif COVID, dan suami ikut meninggal karena jantungan," ungkap Gianto.



Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(ams/mbr)