Hari Pertama PPKM Darurat, Kasus Positif Corona DIY Tambah 1.358

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 19:11 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
(Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Yogyakarta -

Hari pertama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7), kasus positif COVID-19 di DIY tabah sebanyak 1.358 kasus.

Ada banyak kemungkinan lonjakan tajam terjadi. Salah satunya karena peningkatan tracing 15 orang minimal sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri.

"Ada kemungkinan begitu (peningkatan tracing). Semakin banyak dicari, tentu semakin banyak ketemu," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Berty Murtiningsih, dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/7/2021).

Berty menjelaskan, sesuai Inmendagri No 15 tahun 2021, untuk pelacakan, memang ditingkatkan. Tiap kasus positif harus dilakukan pelacakan 15 kontak erat. Hal tersebut yang membuat pemeriksaan sampel di DIY meningkat dua kali lipat.

"Hari ini (Sabtu) 5.590 sampel orang. Naik dua kali lipat dibandingkan sebelumnya, 2.439 orang. Dari riwayat kasus tracing kontak kasus meningkat 1.072 kasus, periksa mandiri 246 kasus, skrining karyawan kesehatan 8 kasus, belum ada info 30 kasus, perjalanan luar daerah 2 kasus," katanya.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menambahkan, kasus positif COVID-19 Sabtu (3/7) mencapai 1.358 kasus. Tambahan kasus positif ini tertinggi sejak awal pandemi.

"Sabtu ini ada tambahan 1.358 kasus. Total kasus ada 63.634 kasus. Kabupaten Gunungkidul paling banyak dengan 518 kasus, Kabupaten Sleman 349 kasus, Kabupaten Bantul 310 kasus, Kota Yogyakarta 128 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 53 kasus," kata Ditya.

Sedangkan kasus sembuh, lanjut Ditya, ada tambahan 424 kasus, sehingga total sembuh menjadi 49.675 Kasus. "Kabar baiknya ada peningkatan kasus sembuh 424 kasus. Kabar sukanya, 36 kasus meninggal dengan total kasus meninggal 1.656 kasus," imbuhnya.

Dari peningkatan kasus positif, sembuh, dan meninggal ini, menurut Ditya, membuat kasus aktif ikut naik menjadi 12.303 kasus dari Jumat (2/7), 11.405.

"Peningkatan kasus aktif yang mencapai 12.303 ini membuat bed occupancy rate (BOR) juga ikut naik. Tercatat BOR non kritikal atau isolasi, dari 1.145 terpakai 1.112 atau 97,12 persen. BOR kritikal atau ICU meningkat dari 140 kamar yang tersedia, terpakai 89 atau 63, 57 persen," kata Ditya.

(mbr/mbr)