Mal, Taman dan Tempat Ibadah di Semarang Tutup Saat PPKM Darurat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 16:50 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto diambil Jumat (2/7/2021).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang termasuk asesmen situasi pandemi level 4. Sejumlah hal yang dibatasi yakni tempat ibadah, mal dan tempat-tempat umum bakal ditutup selama pelaksanaan PPKM darurat.

"Kritikal itu misal kesehatan dan keamanan dimungkinkan work from office 100 persen," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Jumat (2/7/2021).

Hendi sapaannya, menyebut aturan work from home (WFH) mengacu pada instruksi Mendagri, yakni aktivitas usaha nonesensial WFH 100 persen, esensial 50 persen, sementara untuk sektor kritikal diperbolehkan work from office hingga 100 persen.

Hendi menuturkan tempat makan seperti restoran, warung, dan PKL masih diperbolehkan buka tapi tidak untuk makan di tempat. Pelayanan pelanggan diperbolehkan dengan dibawa pulang (take away) atau delivery.

"Tempat makan, resto, warung, PKL yang semula dibatasi jam 20.00 WIB malam hari ini hanya diperbolehkan take away atau delivery. Silahkan buka tapi tidak melayani makan di tempat," tegas Hendi.

Sementara itu untuk tempat ibadah berdasarkan koordinasi dengan para kiai dan pemuka agama lain seperti DMI, persatuan gereja, Hindu, Walubi dan Klenteng akan ditutup. Berdasarkan kesepakatan itu penutupan tempat ibadah akan dilakukan sejak 3-20 Juli 2021.

"Kami zoom meeting dengan para kiai dan takmir tiga masjid besar, dan DMI, persatuan gereja Kristen Protestan, dari Hindu Dharma, Walubi, dan Klenteng. Bisa memahami dan akan tutup sementara sampai 20 Juli," jelasnya.

Lalu untuk mal, akan ditutup selama PPKM darurat diberlakukan. Namun akan ada akses untuk pembelian makanan maupun supermarket. Sementara itu, pasar, maupun toko kelontong diizinkan buka dengan protokol ketat.

"Mal ditutup selama 3-20 Juli, masa tempat ibadah tutup mal nggak. Pasar termasuk boleh buka, hal-hal logistik, toko kelontong, grosir sembako, maksimal buka sampai jam 20.00 WIB, 50 persen kapasitas," terang Hendi.

Aktivitas lain yang ditutup selama PPKM darurat ini yakni pariwisata, tempat olahraga, taman, pertemuan-pertemuan, seni budaya hingga pabrik.

"Aktivitas di publik tidak diperbolehkan, taman tutup. FGD tidak boleh dulu, seni budaya tidak diperbolehkan. Situasi kita di level 4, itu tertinggi," tegasnya.

Pelayanan Publik di Semarang Tetap Buka

Meski begitu, Hendi memastikan pelayanan publik di Kota Semarang akan tetap dilayani. Dia menyebut ada beberapa dinas yang tidak menerapkan full WFH karena harus melakukan pelayanan.

"Teman kami ada 100 persen WFH, tapi ada 41 OPD dalam aturan tetap harus melayani masyarakat. Masa damkar memadamkan virtual? Kemudian ada bidang kesehatan juga," ucapnya.

Hendi pun meminta masyarakat Kota Semarang untuk memahami lonjakan kasus COVID-19 yang sudah parah. Hendi berharap adanya PPKM darurat ini mampu menekan kasus Corona di Kota Semarang.

"Semua perlu saling menghormati, tempat usaha dan masyarakat, ini tidak untuk kepentingan Pak Hendi, tapi untuk yang lebih besar. Ayo tahan diri, bercontoh India yang sudah sampai puncak, dengan disiplin, kasus COVID bisa ditekan. Diempet (ditahan) 3 minggu, yang kena dampak akan salurkan bantuan. Yang punya tabungan ayo dikelola dengan baik," ujar Hendi.

(ams/sip)