Viral Deretan Pasien Dirawat di Depan IGD, Ini Kata RSUP Kariadi Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 18:49 WIB
RSUP dr Kariadi Semarang
RSUP dr Kariadi Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pasien berbaring di atas bed dan berada di luar gedung IGD RSUP dr Kariadi Semarang jadi sorotan. Pihak rumah sakit buka suara soal situasi tersebut.

Video itu diunggah akun Twitter @laila*** pada Minggu (27/6) kemarin. Dalam video berdurasi 25 detik itu tampak sejumlah pasien dengan bednya ditemani keluarganya.

Para pasien yang terbaring itu tampak ada yang dikipasi anggota keluarganya. Di samping bed pasien juga tampak tabung oksigen maupun infus. Pihak RSUP dr Kariadi membenarkan video itu diambil di area rumah sakitnya.

"Video itu di depan IGD, di selasar, tapi mungkin tidak hari ini, hari ini di situ sudah bersih sudah masuk. Sepertinya weekend kemarin ya kelihatannya itu," kata Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna saat dihubungi melalui telepon, Minggu (28/6/2021).

BOR Isolasi-ICU RSUP dr Kariadi Nyaris Penuh

Parna mengakui keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di IGD RSUP dr Kariadi nyaris penuh. Ruangan isolasi pun penuh, sehingga terjadi antrean pasien yang akan masuk ke ruangan.

"Sekarang sudah bisa masuk ke ruang IGD tapi IGD kita full hampir 100 persen," jelas Parna.

Dia menyebut BOR di RSUP Kariadi Semarang mencapai 90 persen. Bed isolasi maupun bed ICU pun penuh terisi pasien.

"Kalau BOR, sudah nggak bisa masuk ya lebih dari 90 persen. Ya kita sudah sampai 250-an (kapasitas) tapi masih full, itu khusus yang isolasi lho, kalau ICU sudah menjadi 44 (kapasitas) full juga," terang Parna.

Tenda yang dibangun di depan IGD juga sudah terisi untuk observasi pasien yang akan masuk rumah sakit. Di dalam tenda tersebut selain pasien, ada juga nakes yang turut mengantre. Mengingat hingga saat ini ada 250 nakes yang tercatat terpapar COVID-19.

"Kalau di tenda itu ada nakes yang ngantre mau swab, nunggu diperiksa, campur," terang Parna.

(ams/mbr)