Round-Up

Corona Ngegas di Yogya: Ruang Isolasi-RS Penuh, Stok Oksigen Menipis

Heri Susanto - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 09:45 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Pal Putih salah satu ikon wisata di Yogyakarta (Foto: Pius Erlangga/Detikcom)
Yogyakarta -

Kasus positif COVID-19 atau virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kian tak terkendali. Selama sepekan ini, kasus Corona mencatat rekor hampir menyentuh 800 tambahan per hari. Akibatnya, rumah sakit, ruang isolasi COVID-19 penuh.

Mengutip data PemdaDIY, kasus Corona pekan ini berturut-turut pecah rekor. Awal pekan ini, Senin (21/6) kasus baru Corona mencapai 662 kasus, kemudian Selasa (22/6) ada 675 kasus baru, dan Rabu (23/6) naik 694 kasus. Kasus harian COVID-19 diDIY mencapai kasus tertinggi pada Kamis (24/6) yaitu sebanyak 791 kasus lebih tinggi dibanding Sabtu (26/6) dengan 782 kasus.

Kenaikan kasus baru Corona di Yogyakarta ini pun berdampak pada keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien COVID-19 di rumah sakit. Per Sabtu (26/6) kemarin tingkat keterisian di atas 80 persen padahal jumlah bed sudah ditambah.

"BOR 80,2 persen, isolasi 83,1 persen, ICU 82,1 persen. Jumlah tersebut menurut Ditya, sudah mengkhawatirkan. Sebab, BOR isolasi di rumah sakit sebenarnya telah ditambah menjadi 1.275 bed," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021).

Untuk diketahui, jumlah bed COVID-19 di DIY sebanyak 931 dan ditambah menjadi 1.275 bed. Kemudian bed isolasi di DIY dari 972 bed ditambah menjadi 1.135 bed, dan bed ICU dari sebelumnya 139 bed kini menjadi 140.

"Kembali naik dari hari kemarin meski sudah ditambah," sambung dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie menjelaskan tambahan kasus harian yang meningkat drastis ini berdasarkan riwayat dari kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Kegiatan hajatan, layanan, dan kemasyarakatan yang lain dari hasil riwayat kasus," kata Pembajun, saat jumpa pers virtual, Jumat (25/6).

Dari lima kabupaten/kota di DIY, Kabupaten Sleman dan Bantul masuk menjadi zona merah. Sementara itu, tiga daerah lainnya yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo masuk zona oranye berdasarkan 14 kriteria zona resiko.

Pemda DIY pun memperpanjang pembatasan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Kegiatan-kegiatan masyarakat, khususnya yang berada di zona merah dibatasi.

"Yang masuk zona merah, pariwisata bisa ditutup, operasional pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran maksimal pukul 20.00 WIB sesuai dengan Instruksi Mendagri terbaru," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, diwawancarai di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (22/6).

"Zona oranye dibatasi sampai pukul 21.00 WIB. Tapi, kalau memang kepala daerah melihat potensi peningkatan menjadi zona merah silakan untuk mengambil keputusan tegas," sambungnya.

Aji menegaskan, keputusan penutupan pusat perbelanjaan, pasar, maupun tempat keramaian seperti wisata dan yang lainnya menjadi wewenang kepala daerah.

"Bupati dan wali kota yang mengerti kondisi wilayahnya. Jadi, sesuai aturan dipersilakan kepala daerah untuk membuat keputusan demi kebaikan masyarakatnya," jelas Aji.

Tak hanya itu, amukan Corona juga berdampak pada stok oksigen yang tersedia terbatas. Para pedagang oksigen eceran sulit mendapatkan barang, sedangkan rumah sakit tidak bisa mendapatkan suplai sesuai kebutuhan mereka.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak video 'Kasus Covid-19 di Yogya Pecah Rekor, Stok Oksigen RS Rujukan Menipis':

[Gambas:Video 20detik]