Alert! Ambulans di Semarang Overload Tangani Pasien Corona

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 18:38 WIB
Ilustrasi ambulans.
Ilustrasi ambulans (Foto: Istock)
Semarang -

Meningkatnya kasus virus Corona atau COVID-19 berdampak terhadap pelayanan ambulans milik Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Permintaan pelayanan ambulans gratis itu sampai overload.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan Pemkot Semarang memiliki Ambulans Hebat 7 unit dan ada Ambulans Siaga 8 unit.

"Sekarang kan yang terpapar (Corona) banyak. Teman-teman Puskesmas, Ambulans Hebat dan Ambulan Siaga, sudah overload," kata Hakam di Balai Kota Semarang, Jumat (25/6/2021).

Ia menjelaskan permintaan pelayanan ambulans gratis dari pemerintah itu juga membuat kewalahan karena banyak rumah sakit di Kota Semarang penuh.

"Teman-teman ambulans juga nggak bisa apa-apa, dia hanya ke TKP, kasih oksigen (pasien), kasih obat, habis itu harus kembali karena nggak bisa masuk rumah sakit. Mau keliling ke mana full semua, COVID-nya itu banyak yang antre di IGD. Maka harus ada rumah sakit mana yang sudah dirikan tenda. Harapannya badai ini cepat berlalu," jelas Hakam.

Sementara itu terkait ruang isolasi pasien Corona di Kota Semarang, Hakam menyebutkan jumlahnya terus ditambah. Saat ini ada 2.300 kamar tidur isolasi dan karantina yang keterisiannya 85 persen. Sedangkan khusus di rumah sakit sudah terisi lebih dari 90 persen.

"Rumah sakit sama karantina terpusat sudah 2.300 tambah 100 hari ini, keterisian 85 persen. Kalau rumah sakit saja 90 persen lebih. Yang di karantina banyak pulang karena OTG (orang tanpa gejala)," ujarnya.

Melihat kondisi ini, Hakam berharap ada tempat isolasi terpusat di tiap RT. Ia juga berharap masyarakat lebih taat protokol kesehatan agar pandemi Corona tidak semakin tinggi kasusnya.

"Saya usul ada isolasi mandiri atau terpusat tingkat RT, jadi ada karantina. Kan ada Jogo Tonggo dan Lumbung Pangan ada. Jadi kita ceknya enak, kasih obat enak, monitoring enak," imbuhnya.

Sementara itu dari data https://siagacorona.semarangkota.go.id siang tadi, disebutkan 1.991 orang dirawat terkait COVID-19 dengan rincian 1.359 warga Kota Semarang dan 632 warga luar daerah yang dirawat di Kota Semarang.

(rih/ams)