Ini Dia Data Keterisian Isolasi Corona pada 2 RSUD di Purbalingga

Vandi Romadhon - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 18:34 WIB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat meninjau RSUD Goeteng Taroenadibrata, Jumat (25/6/2021).
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat meninjau RSUD Goeteng Taroenadibrata, Jumat (25/6/2021). (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Dua rumah sakit umum daerah yakni RSUD Goeteng Taroenadibrata dan Panti Nugroho mulai menyiapkan tempat tidur (bed) tambahan untuk pasien virus Corona atau COVID-19. Berikut ini data keterisian tempat tidur pasien Corona di dua rumah sakit tersebut.

"Rencananya di RSUD Panti Nugroho akan ditambah antara 5 sampai 10 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Saat ini dari kapasitas 28 tempat tidur ruang isolasi yang ada, sudah dipakai 18 tempat tidur. Makanya untuk antisipasi perlu adanya penambahan," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Sementara di RSUD Goeteng Taroenadibrata saat ini tersedia 72 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Dari jumlah tersebut, 52 tempat tidur di antaranya sudah terpakai. Rencananya rumah sakit itu akan menyiapkan 16 tempat tidur tambahan di Bangsal Dahlia.

"Ruangan isolasi saat ini ada di Bangsal Flamboyan, Kenanga dan Menur," katanya

Dalam kesempatan tersebut Tiwi juga menyampaikan pasien yang dirawat di ruang isolasi COVID-19 adalah pasien dengan gejala sedang dan berat. Sedangkan pasien dengan gejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri.

"Kendati demikian kami juga telah menyiapkan ruangan isolasi terpusat bagi pasien dengan gejala ringan di gedung eks SMPN 3 Purbalingga," jelasnya

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit swasta untuk mengantisipasi kebutuhan ruangan isolasi bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat. Tiwi mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi meningkatnya penularan COVID-19.

"Protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Termasuk mengurangi mobilitas. Sehingga penularan bisa dihindari dan diminimalisir," terangnya

Dirinya berharap pemberlakuan PPKM Mikro yang diperketat mulai 24-28 Juni 2021 dapat menekan penularan virus Corona. Di masa PPKM Mikro diperketat sejumlah pembatasan dilakukan, diantaranya objek wisata ditutup total, dan jam malam diberlakukan.

"Sesuai surat edaran, pada masa pengetatan PPKM Mikro ini seluruh objek wisata di Purbalingga ditutup," pungkasnya.

(sip/ams)