9 Kantor Jadi Sumber Penularan Corona di Kulon Progo, Ini Daftarnya

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 17:48 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati
Jubir Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Sebanyak 9 kantor milik pemerintah maupun swasta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi lokasi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Kendornya pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan perkantoran dinilai menjadi penyebabnya.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, mengatakan ke-9 kantor yang menjadi lokasi penyebaran virus Corona itu meliputi kantor organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, perbankan, dan balai desa. Kemudian kantor Angkasa Pura (AP) 1 di Yogyakarta International Airport (YIA), rumah sakit, dan puskesmas.

"Kami catat ada 9 kantor yang ada penularan (COVID-19) di dalamnya. Kasus ini muncul dalam dua minggu terakhir," ujar Baning kepada wartawan di Kulon Progo, Jumat (25/6/2021).

Baning menyebut total kasus Corona dari 9 perkantoran itu mencapai 100-an kasus.

"Kalau yang OPD seperti Dinas Pariwisata kemarin kan 30 (kasus), lalu yang bandara ada 16 (kasus), lainnya ya kisaran 5 sampai 10 orang, jadi kalau dijumlahkan mungkin bisa ratusan ini," terang Baning.

Baning mengatakan jumlah kantor yang menjadi lokasi penyebaran COVID-19 bisa bertambah. Sebab, ditemukan sejumlah pegawai di tiga OPD Kulon Progo yang positif COVID-19.

"Sekarang kami juga sedang melakukan tracing di 3 kantor OPD yang kami duga kemungkinan ada penularan. Karena di sini ditemukan ada 1-2 pegawainya yang dinyatakan positif," ucap Baning.

Makan Bersama Diduga Jadi Sumber Penularan COVID-19

Dari hasil laporan petugas tracing di 9 kantor tersebut, mayoritas penularan disebabkan karena adanya pegawai yang kontak erat dan bergejala namun tetap masuk kerja. Selain itu, kendornya pelaksanaan prokes juga dinilai jadi faktor penyebab.

"Jadi masih ada yang sering buka masker, serta makan bersama di satu ruangan, ini jadi penyebabnya. Dan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan prokes di dalam kantor sehari-hari ini belum berjalan dengan baik," ucapnya.

"Hari ini saya juga terima surat dari Kementerian Kesehatan berkaitan dengan tingginya kasus yang ada di fasyankes, dan hasil pelacakan mayoritas karena kegiatan makan bersama setelah pelayanan. Karena itu Dinkes dan Dirut RS, diimbau untuk tidak ada kegiatan makan bersama-sama," imbuh Baning.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Corona di area kantor, Satgas COVID-19 Kulon Progo bakal menggencarkan sosialisasi prokes. Mengingat munculnya kasus baru Corona terkait dengan rendahnya kesadaran disiplin prokes.

"Karena prokes ini berkaitan dengan perilaku jadi tidak henti-hentinya kami selalu ingatkan, agar prokes benar-benar dijalankan," pesan Baning.

Kasus Baru Corona di Kulon Progo Tambah 117 Sehari

Sementara itu, merujuk data Satgas COVID-19 Kulon Progo, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah ini terus melonjak. Pada Jumat (25/6) dilaporkan ada penambahan kasus baru sebanyak 117 sehingga akumulasi kasus Corona menjadi 7.591 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus aktif Corona di Kulon Progo per hari ini sebanyak 1.350 kasus, dan menjalani isolasi di rumah sakit 115 kasus. Lalu untuk pasien yang telah selesai menjalani isolasi hari ini bertambah 28 orang, sehingga totalnya menjadi 5.449.

Total kasus sembuh sebanyak 537 kasus. Lalu kasus meninggal bertambah 2 sehingga kini totalnya menjadi 140 kasus.

(ams/rih)