Kerumunan Antrean Vaksinasi Massal di RSPD Klaten Dibubarkan

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 12:20 WIB
Antrean vaksinasi massal di pendapa Radio Siaran  Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten dibubarkan, Kamis (24/6/2021).
Antrean vaksinasi massal di pendapa Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten dibubarkan, Kamis (24/6/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Antrean vaksinasi massal virus Corona atau COVID-19 di pendapa radio siaran pemerintah daerah (RSPD) Klaten, Jawa Tengah hari ini menimbulkan kerumunan. Akhirnya antrean tersebut dibubarkan oleh aparat.

"Kita tidak berani mengambil risiko terjadi penyebaran, jadi kita jadwal ulang. Nanti kita akan menunggu para koordinator berkoordinasi," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Klaten dokter Anggit Budiarto kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Pantauan detikcom di RSPD, antrean mulai terjadi pukul 09.30 WIB. Peserta yang sudah datang pagi masuk ke pendapa tetapi peserta lain terus berdatangan.

Untuk mengantisipasi peserta berjubel di pendapa, pintu pendapa ditutup. Namun antrean justru terus mengular di halaman hingga sepanjang sekitar 40 meter.

Petugas Dinas Kesehatan membubarkan antrean Kerumunan dengan pengeras suara pukul 11.00 WIB. Meskipun diwarnai protes peserta, petugas tetap meminta antrean bubar dan vaksinasi dijadwalkan ulang.

Anggit menjelaskan antrean tersebut terjadi karena ada miskomunikasi. Awalnya, jadwal pagi vaksin untuk forum kerukunan umat beragama (FKUB) tetapi mundur.

"Layanan jadi mundur, jadwalnya jam 08.00 WIB tapi baru pukul 09.00 WIB lebih baru mulai. Kami baru melayani yang lain sudah pada datang, terjadi sedikit antrean tapi kita minta pulang daripada berisiko," lanjut Anggit.

Peserta yang diminta pulang, imbuh Anggit, bukan dicoret dari kuota vaksin. Namun jadwal vaksinasi mereka hanya ditunda.

"Kita hanya reschedule saja, bukan berarti ditiadakan. Nanti kita jadwalkan lagi, hari ini jadwalnya TNI, Polri, pendidik, dan pegawai OPD," lanjut Anggit.

Salah seorang peserta yang merupakan guru di Kecamatan Bayat, Asep, mengatakan dirinya mendapat undangan kegiatan vaksinasi dari sekolah tempatnya bertugas. Dia mendapat jadwal vaksinasi hari ini dan tak menyangka akan ada antrean panjang.

"Ya sebenarnya takut kerumunan begini. Jadwal saya hari ini tapi ternyata ramai banget," kata Asep pada wartawan.

Asep menilai mestinya agar aman vaksinasi Corona dijadwalkan lebih detail. Jam kedatangan dan vaksin sudah ditentukan sehingga tidak bingung.

"Takutnya ya begini kalau tidak sesuai antrean dan terjadi kerumunan. Mestinya diberi nomor sekalian sehingga jelas," papar Asep.

(sip/mbr)