RS dan Tempat Isolasi untuk Pasien COVID-19 di Semarang Nyaris Penuh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 18:34 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Semarang -

Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menambah kamar karantina untuk penanganan pasien COVID-19. Hal itu karena kapasitas kamar atau bed occupancy rate (BOR) mendekati 100 persen.

Hal itu disebutkan pada siaran pers Pemerintah Kota Semarang yang menyebut BOR sudah mendekati 100 persen di Kota Semarang.

Pada data yang ada, dari 20 rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Semarang, hanya satu rumah sakit yang memiliki BOR di bawah 80 persen yaitu RSJD Amino Gondohutomo milik Pemprov Jateng yang baru dibuka untuk RS darurat penanganan COVID-19, itu pun sudah terisi sebesar 78 persen.

Sementara itu dari 3 rumah karantina yaitu Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Islamic Center, dan gedung balai diklat Pemkot Semarang, hanya 1 rumah karantina dengan BOR di bawah 80 persen yaitu Gedung Balai Diklat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi, mengatakan balai diklat itu baru saja dibuka kembali untuk penanganan COVID-19 dengan kapasitas 100 orang. Pekan depan diupayakan menambah lagi tempat karantina dengan kapasitas 400 orang.

"Kami sudah membuka minggu ini 100 kamar tidur di Balai Diklat Kota Semarang yang ada di Ketileng. Ini juga lagi persiapan minggu depan untuk membuka 400 kamar tidur, 100 di salah satu Rumah Sakit baru yang akan beroperasi, Kemudian 200 di asrama mahasiswa UIN Walisongo, serta 100 tempat tidur di salah satu kawasan yang ada di Marina. Jadi minggu depan ada tambahan 400 tempat tidur," kata Hendi dalam siaran pers, Minggu (20/6/2021).

Selain menambah kapasitas BOR, Hendi menjelaskan pihaknya juga berupaya menambah relawan. "Sampai dengan hari ini relawan yang akan bergabung sebagai nakes akan mampu untuk mengcover 3 tempat tambahan termasuk logistik dan konsumsi," tegasnya.

Hendi mengatakan, melihat kondisi rumah sakit dan tempat karantina yang penuh, ia berharap masyarakat yang karantina mandiri di rumah bisa taat protokol kesehatan. "Maka hari ini masyarakat cukup kerepotan dan isolasi mandiri menjadi pilihan yang ada saat ini," pungkas Hendi.

Untuk diketahui, dari data https://siagacorona.semarangkota.go.id disebutkan saat ini total ada 1.840 kasus terkonfirmasi dengan rincian 1.188 warga Semarang dan 652 dari luar Semarang.

Lihat Video: Kasus Corona Melonjak, Tempat Isolasi dan ICU Semarang Mulai Penuh

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)