Perketat PPKM, Pemkab Jepara Berlakukan di Rumah Saja Saat Akhir Pekan

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 13:22 WIB
Pantai Kartini Jepara yang ditutup, Kamis (20/5/2021).
Pantai Kartini Jepara yang ditutup, Kamis (20/5/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jepara -

Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Pemkab Jepara memberlakukan gerakan di rumah saja setiap akhir pekan.

"Dua hari (di rumah saja) setiap hari Sabtu-Minggu sampai 28 Juni 2021, akhir pekan di rumah saja," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali, saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Sabtu (19/6/2021).

Ali menjelaskan selama kegiatan di rumah saja sektor perekonomian tidak ditutup. Meski demikian kegiatan dilakukan pembatasan secara ketat guna memutus penyebaran virus Corona.

"Mal dan pasar diimbau di rumah saja, harapannya memang tutup, namun perintah untuk ditutup tidak ada. Cuma mengurangi jam operasional, makan tidak boleh di tempat, gitu," jelasnya.

Ali melanjutkan, sektor lainnya seperti wisata sudah dilakukan penutupan sejak pascalebaran lalu. Dia menyebutkan untuk kegiatan hajatan atau resepsi pernikahan yang menimbulkan kerumunan dilarang sementara. Kegiatan sosial, budaya dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga dilarang.

"Untuk tetap wisata tempat umum sudah ditutup, sudah pascalebaran wisata ditutup," jelasnya.

Ali menjelaskan pemkab juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat di sejumlah titik. Seperti di Pantai Bandengan, Pecangaan, dan di Pantai Teluk Awur terdapat gedung yang dijadikan untuk tempat isolasi terpusat.

"Tempat isolasi sudah ada, Pantai Bandengan, Pecangaan dan Teluk Awur. Itu ada 166 tempat tidur,46, dan 16. Terus Pecangaan itu tinggal 8 tempat tidur," ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu taat terhadap protokol kesehatan. Ali berharap agar penyebaran virus Corona di Jepara segera hilang.

"Imbauannya tetap prokes, 5M itu wajib selama itu tidak ya pagebluk," imbau dia.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, pemkab akan memperketat pelaksanaan PPKM.

"Kita perketat PPKM mikro, kita batasi semua kegiatan masyarakat, resto, warung dan sejenisnya dan meminta membungkus dagangannya. Semua tempat wisata kita tutup," kata Andi saat dihubungi detikcom lewat pesan singkat siang ini.

Dari data sebaran COVID-19 di Jepara per Sabtu (19/6), konfirmasi aktif ada 2.348 orang, kasus sembuh ada 8.591 orang, dan meninggal dunia ada 559 orang. Keseluruhan terkonfirmasi positif COVID-19 di Jepara ada 11.538 orang.

(rih/rih)