Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah, Aktivitas Ekonomi-Wisata Ditutup

Febrian Chandra - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 19:59 WIB
Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja yang akan digelar Minggu (20/6) lusa.
Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja yang akan digelar Minggu (20/6/2021) lusa. (Foto: Istimewa)
Grobogan -

Pemkab Grobogan, Jawa Tengah, akan memberlakukan gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja menyusul status zona merah Corona. Gerakan ini akan dilaksanakan Minggu (20/6) lusa.

"Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menekan angka penyebaran virus COVID-19 di Grobogan. Nanti gerakan dimulai dari jam 05.00 WIB hingga esok hari (Senin, 21/6)," kata Sekda Grobogan, Moh Soemarsono, saat dihubungi detikcom, Jumat (18/6/2021).

Soemarsono menjelaskan, pada gerakan satu hari di rumah jilid 1 yang lalu, belum terlihat efektivitas terhadap penyebaran Corona.

"Ini kita amati angka penyebarannya masih tinggi. Kita masuk kategori zona merah. Oleh sebab itu kita kembali menggalakkan gerakan satu hari di rumah saja lagi," tuturnya.

Dalam pelaksanaan gerakan satu hari di rumah saja, beberapa ketentuan di antaranya seluruh warga diminta untuk berada di rumah masing-masing.

Selanjutnya, berbagai sarana perdagangan meliputi pasar rakyat, pusat perbelanjaan, toko swalayan, rumah makan, kafe, angkringan, PKL atau sejenisnya ditutup. Kemudian kegiatan industri juga ditutup serta penutupan seluruh destinasi wisata termasuk tempat karaoke.

"Nanti kita akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan di jalan-jalan dan di titik-titik tempat yang biasanya untuk keramaian seperti pasar," terangnya.

Soemarsono mengingatkan, adanya kemungkinan varian baru virus Corona asal India atau delta sudah masuk di Kabupaten Grobogan. Mengingat letak Grobogan bersebelahan dengan Kabupaten Kudus.

"Kemungkinan besar sudah masuk, mengingat banyak juga warga kita yang bekerja di Kudus dan juga sebaliknya. Tapi untuk kepastiannya kita menunggu hasil lab," terangnya.

Pihaknya juga telah menerapkan isolasi terpusat bagi warga yang terjangkit virus COVID-19.

"Kita pusatkan di satu tempat di Hotel Catra. Ini ke depan akan ada penambahan tempat lagi," ungkapnya.

Soemarsono mengimbau kepada masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

"Ini masih banyak kita jumpai orang-orang yang di jalan enggan memakai masker. Padahal kita sudah kencang melakukan sosialisasi, operasi Yudistira. Mohon lah untuk kesadaran masyarakat agar memakai masker dan patuhi protokol kesehatan. Ini untuk kebaikan bersama," pintanya.

Dilansir dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jumat (18/6), jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Grobogan mencapai 4.402 kasus. Rinciannya kasus sembuh sebanyak 3.620, isolasi mandiri 184, dirawat di faskes 226, dan meninggal dunia 372.

(rih/ams)