Alert! Bed Critical di Sleman Hanya Tersisa 1

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 18:10 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Sleman -

Kasus harian virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus melonjak. Imbasnya, ketersediaan bed critical untuk pasien Corona bergejala berat penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyebut total ada 56 bed critical di Sleman. Paling banyak di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan di RSUP Sardjito. Kemudian di JIH ada 2, RS Hermina ada 2, RSUD Sleman hanya 1, PKU Gamping ada 7.

"Bed critical tinggal 1 bed dari 56 bed. Jadi saya mengistilahkan isolasi critical-nya kritis," kata Joko kepada wartawan saat ditemui di Kantor Pemkab Sleman, Jumat (18/6/2021).

Pemkab Sleman pun meminta pihak rumah sakit untuk menambah kapasitas bed critical. Joko menyebut dalam waktu dekat hanya RSA UGM dan RSUP Dr Sardjito yang kemungkinan bisa menambah bed critical.

Namun, penambahan bed critical juga tidak mudah. Sebab, konsekuensi penambahan bed berimbas pada penambahan tenaga kesehatan. Joko mengungkapkan setidaknya untuk 1 bed critical diperlukan 12 nakes.

"Penambahan itu masih sulit. Karena begini yang kapasitas cukup tinggi RSA UGM, ruangannya ada tapi SDM-nya kurang. Nah itu yang nanti akan kita atur bagaimana membantu RSA supaya bisa membuka isolasi critical tersebut," jelasnya.

"Kalau di RSA ada 40 bed, sekarang baru 23 atau 24 bed. Kemudian Sardjito masih memungkinkan, masih bisa buka untuk isolasi critical-nya," tambahnya.

Shelter Isolasi Pasien Corona di Sleman Penuh

Bukan hanya bed critical saja yang penuh. Shelter isolasi seperti Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang kondisinya juga tak jauh berbeda.

"Shelter juga lumayan penuh. Asrama Haji dari 57 tinggal 3, tapi kita punya cadangan di gedung lain kapasitasnya sekitar 100-an, kita sudah koordinasi BPBD. Gemawang juga full, shelter UII kira-kira 50 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Joko mengungkapkan dari total 436 tempat tidur non-critical, bagi pasien bergejala sedang dan berat kini sudah terisi 60 persen.

"Non-critical masih sekitar 60 persen yang terisi," jelasnya.

(ams/rih)