Yogya Diamuk Corona, Sultan HB X Larang Isolasi Mandiri Kecuali...

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 14:53 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Yogyakarta (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Kasus virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menanjak beberapa hari belakangan ini. Gubernur DIY Sri Sultan HB X kini melarang pasien positif Corona untuk isolasi mandiri, kecuali di rumahnya memiliki lebih dari satu toilet.

"Karantina (isoman) kalau tidak punya toilet (sendiri untuk pasien positif) tidak boleh. Di rumah sendiri kalau dadi siji ya padha wae (jadi satu ya sama saja)," kata Sultan diwawancarai wartawan Kantor Gubernur DIY, Komplek Kepatihan, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Jumat (18/6/2021).

Sultan menilai isolasi mandiri juga menimbulkan peluang terjadinya penularan di lingkungan. Sehingga menurutnya solusi bagi pasien Corona yakni diisolasi di lokasi khusus atau shelter.

"Ke tetangga (pinjam toilet) potensi menularkan," jelasnya.

Sultan mengungkap Pemda DIY telah mengalokasikan anggaran untuk biaya shelter isolasi Corona di tingkat desa dan kabupaten/kota. Nantinya, warga positif Corona yang hanya punya satu toilet di rumah wajib diisolasi di shelter tersebut.

"Mau nggak mau kabupaten dan kota harus menyediakan karantina Kita masukkan dalam APBD. Terserah Pak Lurah mau isinya lima (kamar) apa 10 (kamar) tergantung kesiapan dari masing-masing desa," jelas Sultan.

Larangan isoman bagi warga yang hanya memiliki satu toilet di rumah tersebut, lanjut Sultan, masih menjadi opsi untuk menekan peningkatan kasus positif di DIY. Sebab, Sultan masih akan berkoordinasi dengan tim Satgas Penanganan COVID-19 DIY dan kepala daerah kabupaten kota, Senin (21/6).

Dari rapat tersebut juga akan dilihat perkembangan kasus positif dalam tiga hari ke depan. Jika terus mengalami peningkatan, Sultan mengatakan tak menutup kemungkinan akan menerapkan lockdown di DIY.

"Karena kita harus memiliki kemampuan mendisiplinkan diri. Bicara karantina baru mendengar Senin siang, dengan dokter-dokter dan kabupaten kota mereka mau mengetatkan masyarakatnya nggak? Kalau gagal arep apa maneh (mau apa lagi)? Salah satunya jalan ya lockdown totally," kata Sultan.

Lihat Video: Sultan HB X Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Corona di Yogya

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)