Keterisian Bed Pasien Corona di Bantul Sudah Lebih dari 90%!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 19:37 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, Kamis (17/6/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, Kamis (17/6/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Meroketnya kasus harian virus Corona membuat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) COVID-19 di Kabupaten Bantul mencapai 90 persen. Pemkab Bantul akan menambah jumlah shelter kabupaten dan meminta 14 shelter di kalurahan untuk betul-betul siap.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan bahwa dalam lima hari terakhir ini kasus harian COVID-19 mengalami peningkatan. Paling tinggi terjadi Rabu (17/6) kemarin dengan 233 kasus baru dalam sehari.

"Dan kemarin rekor di atas 200. Tapi hari ini tidak sampai 200, tapi ini warning untuk kita bahwa positive rate masih tinggi sehingga testing, tracing dan treatment tetap kita jalankan," kata Agus saat ditemui wartawan di Kompleks Parasamya Bantul, Kamis (17/6/2021).

Hal tersebut, kata pria yang kerap disapa Gus Bud ini, berdampak pada hampir penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Bantul. Bahkan, untuk ketersediaan tempat tidur di tiga shelter kabupaten juga ikut penuh.

"Ketersediaan tempat tidur pasti kita sedikit terbelenggu untuk itu, BOR-nya sudah sangat tinggi di atas 90 persen untuk BOR COVID-19. ICU hampir semuanya penuh tinggal 1-2 (tempat tidur saja)," ujarnya.

Adapun tiga shelter Kabupaten Bantul berada di shelter Semaul Kapanewon Bambanglipuro dengan kapasitas 15 tempat tidur, shelter Niten kapasitas 88 tempat tidur dan shelter Patmasuri dengan kapasitas 60 tempat tidur.

"Untuk itu kita minta semua RS meningkatkan kapasitas tempat tidur dan tadi kita sudah ketemu dengan rumah sakit Panembahan Senopati. Baru berproses, insyaallah Senin sudah ada tambahan untuk Panembahan Senopati kalau tidak 14-18 (tempat tidur)," lanjut Gus Bud.

Selain itu, dia menyebut bahwa pihaknya mendorong shelter tingkat kalurahan agar bekerja maksimal.

"Semuanya agar tempat tidur (pasien COVID-19 di Bantul) bertambah, karena shelter kabupaten penuh semua. Tapi saat ini ada 14 shelter kalurahan yang siap," ujarnya.

"Karena gini, shelter kabupaten ada tiga dan total memiliki kapasitas 250 (TT) dan ditambah RSLKC (rumah sakit lapangan khusus COVID-19) kapasitas 50 jadi 300 TT untuk level kabupaten. Nah, shelter desa (total tempat tidur) sekitar 260, kalau sudah berjalan kan bisa memfasilitasi masyarakat yang butuh isolasi," imbuh Gus Bud.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2