Ruang Isolasi Corona RSUD Membeludak, Demak Tambah Ratusan Bed

Mochamad Saifudin - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 17:34 WIB
Bupati Demak, dr Eistianah di Halaman Bina Praja Pemkab Demak, Senin (14/6/2021).
Bupati Demak, dr Eisti'anah, di halaman Bina Praja Pemkab Demak, Senin (14/6/2021). (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Setelah ruang isolasi di RSUD Sunan Kalijaga Demak penuh, Pemkab Demak, Jawa Tengah, menambah 237 tempat tidur atau bed bagi pasien positif virus Corona atau COVID-19. Ada beberapa rumah sakit lain yang memiliki ruang isolasi Corona di Demak saat ini di antaranya RSI NU dan RS Pelita Anugerah.

"Kita sudah melakukan persiapan-persiapan rumah sakit-rumah sakit mana, sudah menambah tempat tidurnya, sudah tercukupi. Mungkin kalau RSUD Sunan Kalijaga penuh, bisa ke rumah sakit lain seperti, RSI NU, Sultan Fatah, dan Pelita Anugerah. Kita masih memiliki rumah sakit-rumah sakit yang mampu menampung itu semua," jelas Bupati Demak, dr Eisti'anah, di halaman Bina Praja Pemkab Demak, Senin (14/6/2021).

"Kita sudah menambah dari empat rumah sakit ini sejumlah 237 tempat tidur siap digunakan untuk pasien COVID-19," sambung Eisti.

Diketahui dari empat rumah sakit untuk isolasi pasien COVID-19 tersebut, ruangan paling banyak tersedia di RSUD Sunan Kalijaga dengan memiliki 125 ruangan isolasi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Demak, Guvrin Heru Putranto, menjelaskan alasan tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) di Demak.

"BOR itu tidak menunjukkan tingkat kegawatan, tapi adalah tingkat kehunian. BOR Demak tinggi kemarin itu karena harus menerima dari Purwodadi, Kudus, Jepara, dan lain sebagainya. Sehingga penuh. Otomatis kalau kita memberikan tempat ya orang pasti datang. BOR itu berbanding lurus dengan tempat tidur yang tersedia," terang Guvrin.

Dia menjelaskan rumah sakit tidak mungkin menolak pasien. Terutama saat sistem sudah berjalan secara online.

"Kenapa kok tinggi? karena kita kan tidak bisa menolak (pasien). Orang yang dirujuk dari rumah sakit lain, kita masukkan ke situ. Karena kita kan sudah RS online itu. Semua tahu, ada berapa terisi dan ada berapa yang tidak," pungkasnya.

(sip/rih)