Nakes RS Jepara Kena Corona, Keluarganya di Magelang Ikut Terpapar

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 18:25 WIB
Konferensi pers penanganan COVID-19 di Kabupaten Magelang, Jumat (11/6/2021)
Konferensi pers penanganan COVID-19 di Kabupaten Magelang, Jumat (11/6/2021) (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Seorang tenaga kesehatan (nakes) bagian analisis di rumah sakit Jepara asal Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19. Dari hasil tracing diketahui enam anggota keluarganya dan seorang asisten rumah tangganya juga ikut terpapar.

"Klaster keluarga (Tempuran) itu kejadian adalah seorang yang bernama Y bekerja sebagai analis di rumah sakit Jepara. Dia pada waktu itu menyampaikan bergejala demam, kemudian rapid antigen dulu di RSI hasil positif," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo, kepada wartawan di ruang Command Center Pusaka Gemilang Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Jumat (11/6/2021).

Dwi menuturkan yang bersangkutan menyampaikan kondisinya kepada petugas Puskesmas pada Sabtu (5/6). Kemudian pada Senin (7/6), yang bersangkutan dan keluarganya beserta seorang asisten rumah tangga (ART) di-swab PCR. Selama menunggu hasil swab, sekeluarga ini diminta melakukan isolasi mandiri.

"Sabtu (5/6), yang bersangkutan menghubungi petugas Puskesmas, kemudian disarankan untuk dilakukan swab PCR sekalian dengan kontak erat serumah. Karena ada informasi satu rumah itu kontak erat, mulai ada demam, ada batuk dan pilek," jelas Dwi.

"Senin (7/6), 8 orang dilakukan swab PCR dan diedukasi melakukan isolasi mandiri di rumah, kemudian hari Rabu (9/6), malam hasil swab 8 orang itu semua positif," sambungnya.

Kasus Nakes Sekeluarga Ini Jalani Isolasi Mandiri

Dwi menerangkan nakes tersebut kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kota Magelang. Sementara keluarga beserta ART menjalani isolasi mandiri di rumah Tempuran.

"Saat ini Y isman di Kota Magelang, yang enam isman di rumah (Tempuran) dan satu orang asisten rumah tangga isman (Tempuran) juga. Saat ini masih terus dilakukan tracing," kata Dwi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menambahkan dalam beberapa hari ini terjadi kenaikan kasus Corona yang cukup banyak di Kabupaten Magelang. Berdasarkan data pada Kamis (10/6), ada penambahan 101 kasus baru terkonfirmasi positif Corona.

"Seperti yang kita ketahui memang akhir-akhir ini dalam beberapa hari ini memang terjadi kenaikan yang cukup banyak di Kabupaten Magelang dan kemarin terjadi kenaikan yang cukup tinggi ada tambahan 101 jumlah kasus positif yang ada di Kabupaten Magelang. Ini tersebar di beberapa kecamatan dan yang cukup tinggi adalah di Kecamatan Tempuran, Mertoyudan, Srumbung, Secang dan Borobudur," kata Nanda di lokasi yang sama.

Kasus Baru Corona di Magelang Naik, Disumbang Klaster Keluarga

Nanda menyebut penambahan kasus baru Corona ini berasal dari tracing kontak kasus. Kemudian juga ada temuan kasus klaster keluarga.

"Ini setelah kita telusuri sumber kasus positif ini adalah berasal dari penelusuran kontak erat atas kasus positif sebelumnya termasuk juga penambahan ini juga setelah telusuri ada klaster keluarga," ujarnya.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan kenaikan kasus COVID-19 di Magelang. Nanda mengingatkan masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini menjadi kewaspadaan kita semakin tinggi bahwa memang pandemi ini masih ada dan aktivitas kita semakin ketat dan harus dijalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat serta membatasi aktivitas kegiatan masyarakat yang bisa berpotensi untuk menimbulkan kerumunan," pinta Nanda.

(ams/sip)