Ayah Korban Takjil Sianida Tulis Surat untuk Pelaku, Isinya Memilukan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 13:12 WIB
Bandiman, ayah korban takjil sianida Bantul, Senin (7/6/2021).
Bandiman, ayah korban takjil sianida Bantul, Senin (7/6/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi menggelar rekonstruksi adegan kasus takjil sate sianida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online bernama Naba Faiz Prasetya (8) di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ayah korban, Bandiman (47), yang terlibat rekonstruksi itu menuliskan secarik surat untuk pelaku, Nani Aprilliani Nurjaman (25).

Surat itu disampaikan Bandiman melalui kuasa hukum Bandiman, Chandra Siagian.

Berikut isi surat Bandiman kepada Nani yang ditunjukkan oleh Chandra:

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Saya atas nama Bandiman dengan ini memberikan maaf kepada anda (Nanik) yang telah melakukan keteledoran walaupun salah sasaran terhadap anak saya Naba Faiz Prasetya sehingga mengakibatkan meninggalnya anak saya.

Namun demikian dengan tidak mengurangi rasa hormat kami sekeluarga tetap menuntut proses hukum harus tetap berjalan dan tidak akan mengurangi/meringankan tuntutan kami sekeluarga sesuai dengan perbuatan yang telah anda lakukan mendapat hukuman yang setimpal.

Kuasa hukum Chandra Siagian menunjukkan surat ayah korban takjil sianida untuk pelaku, Senin (7/6/2021).Kuasa hukum Chandra Siagian menunjukkan surat ayah korban takjil sianida untuk pelaku, Senin (7/6/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

Chandra lalu bicara soal rekonstruksi kasus takjil sianida yang berlangsung hari ini.

"Semoga segera dilimpahkan berkas kasusnya," ucapnya saat ditemui di Polres Bantul, Senin (7/6/2021).

Sementara itu, Bandiman irit bicara terkait surat yang dia tulis kepada Nani. Namun ketika dia ditanya terkait kesesuaian dalam rekonstruksi dengan kejadian sebenarnya Bandiman mau menjawab.

"Ya sesuai, tadi urut-urutannya seperti itu, ada sekitar 35 dan tidak berbeda kok tapi ya sempat emosi juga tadi," ucapnya.

Kuasa hukum Nani yakni Anwar Ary Widodo, menambahkan ada beberapa temuan yang membuat jumlah adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi kasus takjil sianida bertambah. Menurutnya bertambahnya adegan saat rekonstruksi merupakan hal yang biasa.

"Karena ini cuma adegan dari polisi ya dan tindakan yang dilakukan seperti itu tapi tidak semua diungkapkan," kata Anwar.

"Karena ada niat dan lain-lain tidak bisa ditunjukkan (dengan adegan), karena klien kami tidak niat sama sekali, hanya spontan," lanjut Ary.

Simak video 'Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)