Up Lur! Relawan Erupsi Gunung Merapi Tewas Korban Tabrak Lari di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 20:05 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bantul -

Relawan saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, Pandu Bani (30), meninggal setelah menjadi korban tabrak lari di Kabupaten Bantul. Polisi saat ini memburu pemobil yang kabur.

Kanit Laka Satlantas Polres Bantul Iptu Maryono menjelaskan kejadian tabrak lari itu terjadi di Simpang Bakulan, Kapanewon Jetis, Bantul, sekitar pukul 02.40 dini hari tadi. Saat itu Pandu mengendarai sepeda motor matik berboncengan bersama Yuli Astuti (36) melaju dari arah selatan ke utara.

"Sampai di simpang empat Bakulan tiba-tiba dari arah barat ke timur melaju kendaraan yang tidak dikenal (mobil)," kata Maryono saat dihubungi wartawan, Kamis (3/6/2021).

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan pun tidak dapat terhindarkan.

"Akibat tabrakan itu pengendara Vario AB 5317 EE mengalami luka serius pada bagian kepala dan dada. Namun setelah dilarikan ke rumah sakit nyawa korban tidak tertolong," ucapnya.

Sementara untuk pembonceng motor yakni Yuli tidak mengalami luka. Polisi turun tangan memburu pemobil yang kabur tersebut.

"Sementara kita masih melaksanakan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi di TKP," katanya.

"Karena posisi malam kami kesulitan mencari info. Yang jelas masih kita dalami dengan mencari titik terang peristiwa itu di sekitar TKP, baik dengan mencari CCTV di sekitar TKP," lanjutnya.

Terpisah, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Ranto Kresek, membenarkan bahwa Pandu adalah relawan di bawah PMI. Ranto menceritakan kisah Pandu saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam.

"Mas Pandu tahun 2010 di bawah relawan PMI, membantu proses evakuasi saat letusan awal Merapi," kata Ranto saat dihubungi.

Saat proses evakuasi keluarga bernama Ponimin yang terdampak erupsi Merapi, Pandu mengalami luka bakar di bagian kaki karena melintasi pasir panas yang diselimuti abu vulkanik Merapi. Saat itu Pandu mengevakuasi istri Ponimin dengan cara menggendongnya.

"Di sekitar Kaliadem, itu Pandu langsung dibawa ambulans ke rumah sakit, tubuhnya penuh abu, luka di kaki," kenangnya terhadap sosok Pandu yang mendapatkan penghargaan relawan tingkat DIY.

(rih/mbr)