37 Kasus Corona di SMAN 4 Kota Pekalongan, Ada yang Tak Mau Isolasi

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 14:54 WIB
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Kota Pekalongan -

Sebanyak 37 orang di SMAN 4 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, positif virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengungkap ada yang positif Corona tapi bandel tak mau isolasi.

"Ada beberapa laporan, ada guru atau karyawan yang sudah terkonfirmasi pun tidak mau isolasi mandiri atau diam di rumah. Masih melakukan aktivitas di rumah. Ini kami peringatkan keras," kata Aap, sapaan Wali Kota Pekalongan, Kamis (3/6/2021).

Pihaknya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bagi Satgas Penanggulangan COVID-19 agar lebih tegas lagi. Menurutnya, di undang-undang sudah dijelaskan soal sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

"Ya sebetulnya kalau secara undang-undang sudah ada, tapi kalau masih kondusif-persuasif dan dia mengakui kesalahan dan tidak mengulangi dan sadar masih kita toleransi," katanya.

"Cuman, kalau mengulang dua kali, kita sudah berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk menindak tegas. Bahwa akan kita perketat bila perlu kita borgol, tida boleh keluar rumah," imbuh Aap.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 37 orang di SMAN 4 Kota Pekalongan, Jawa Tengah positif virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, memastikan kasus ini bukan klaster pembelajaran tatap muka (PTM).

"Ternyata ada 37 baik guru dan karyawan di SMA N 4 yang terkonfirmasi Corona, tapi bukan dari klaster PTM, karena di SMA belum melakukan PTM," kata pria yang biasa disapa Aap ini kepada wartawan, Kamis (3/6).

Aap mengatakan kasus ini berawal dari seorang guru yang sakit tapi tetap memaksakan diri masuk kerja ke sekolah.

"Ada seorang guru atau karyawan yang sakit, namun tetap berangkat ke sekolah, di situ terjadi klaster baru penularan," jelasnya.

Dia menyampaikan harapannya agar kasus Corona di SMAN 4 Kota Pekalongan tidak mengganggu upaya meneruskan rencana PTM. Dia kembali mengimbau agar guru dan murid harus selalu taat pada protokol kesehatan.

"Ini masih kondusif, Sejauh yang kita tracing, ini masih dilakukan tracing sampai nanti sore. Di Kecamatan timur pun ada di wilayah kelurahan gamer. Mudah-mudahan semuanya kondusif. 5 keluarga dari salah satu guru tadi di-tracing dan testing hasilnya negatif. Begitu pula dengan tetangganya," ucap Aap.

"Nah ini ternyata 37 guru dan karyawan SMA N 4 ini, 20 warga Kota Pekalongan, 11 warga Kabupaten Pekalongan dan 6 warga kabupaten Batang," katanya.

Untuk diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, mengatakan awal mula kasus dari seorang guru yang mengalami gejala akut berupa hilangnya indra penciuman atau anosmia tapi tetap nekat berangkat bekerja.

Slamet mengungkap Kepala SMAN 4 Kota Pekalongan sempat mempertanyakan keputusan guru itu tetap masuk meski sakit. Ternyata guru tersebut beralasan agar tunjangan pokok pegawainya tak dipotong karena tak masuk kerja.

(rih/mbr)