Bupati Tegal Kena Corona, 24 Orang Kontak Erat Ditracing

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 14:39 WIB
Bupati Tegal, Umi Azizah
Bupati Tegal Umi Azizah (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melakukan tracing terhadap 24 orang kontak erat Bupati Tegal, Umi Azizah. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Umi Azizah dinyatakan positif COVID-19 kemarin.

Jubir COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Sarmanah Adi Muraeni mengatakan, tracing ini dilakukan terhadap kontak erat Bupati Tegal yang meliputi keluarga, ajudan, sekretaris pribadi (sekpri) dan sopir.

"Ada 24 orang kontak erat yang ditracing. Mulai dari keluarga, ajudan, sekpri dan sopir," tutur Sarmanah saat dihubungi Selasa (1/6/2021).

Sarmanah menyebut semua kontak erat ini dites swab PCR di RSUD Tegal. Dari ke-24 sampel itu, sembilan di antaranya sudah dinyatakan negatif kecuali satu sampel yang dinyatakan invalid.

"Dari 24 sampel itu yang diperiksa ada sembilan orang. Hasilnya negatif, kecuali satu yang invalid dan harus diulang," terang Sarmanah.

Tracing terhadap 24 orang ini dilakukan usai Bupati Tegal, Umi Azizah dinyatakan positif COVID-19. Saat ini Umi ini sekarang menjalani perawatan di RSUD dr Suselo.

"Sekarang masih di rumah sakit. Beliau hanya gejala ringan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Umi mengeluhkan gejala kurang enak badan sejak Rabu (26/5) lalu. Dia kemudian berinisiatif isolasi mandiri di rumah dinasnya.

"Saat itu, Bupati langsung berinisiatif mengisolasi diri di rumah dinasnya untuk menghindari kontak dengan orang lain. Tetapi setelah nafsu makannya ikut terganggu, Ibu Bupati meminta petugas medis RSUD dr Soeselo melakukan pengetesan COVID-19 pada Minggu sore," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, kemarin.

Diketahui, Umi Azizah terinfeksi Corona meski sudah menjalani dua kali vaksin. Terkait hal ini, Hendadi menjelaskan penularan virus Corona bisa menimpa siapa saja termasuk mereka yang sudah mendapat dua kali suntik vaksin.

Meski demikian, sambung Hendadi, mereka yang sudah disuntik vaksin kecenderungannya memiliki gejala sakit lebih ringan ketimbang yang belum disuntik vaksin bila terinfeksi Corona.

"Vaksinasi adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan tubuh dari infeksi virus COVID-19, termasuk mencegah dampaknya menjadi lebih berat jika terinfeksi. Namun bukan berarti pula akan terlindungi total. Tetap harus ada langkah 3M ditambah 2M," kata Hendadi.

Simak video 'Menkes Budi Buka-bukaan soal Lonjakan Kasus Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)