60% KUD Terdampak Pandemi, INKUD Digitalisasi Gudang Geliatkan UMKM

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 16:36 WIB
Suasana di gudang KUD Digital di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Senin (31/5/2021).
Suasana di gudang KUD Digital di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Senin (31/5/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Induk KUD (INKUD) menyebut hantaman pandemi COVID-19 membuat hanya 40 persen Koperasi Induk Desa (KUD) yang masih bertahan. Karena itu INKUD melakukan digitalisasi gudang-gudang KUD untuk membantu UMKM khususnya warung-warung di dekat KUD agar roda perekonomian berputar.

Direktur Utama Unit Koperasi Induk Desa (Induk KUD) Portasius Nggedi mengatakan bahwa saat ini jumlah KUD di Indonesia ada 9.436. Di mana dari jumlah itu banyak yang tidak sehat akibat pandemi COVID-19.

"Jumlah KUD se-Indonesia ada 9.436 KUD. Nah, kondisi sekarang KUD ya kita harus akui bahwa tidak semua KUD sehat, kurang lebih yang sehat 40 persen, sisanya 20 persennya setengah mati, dan lainnya seperti itu (tidak jelas kondisinya)," kata Portasius Nggedi usai launching digitalisasi gudang KUD di KUD Tri Upoyo Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Senin (31/5/2021).

Oleh sebab itu, pihaknya membuat terobosan yakni bekerja sama dengan Jaringan Logistic Indonesia (JLI) berupa digitalisasi gudang-gudang KUD untuk membantu warung-warung di sekitarnya. Selain itu, INKUD bersama JLI siap memberdayakan warung-warung kecil sebagai mitra usaha baru.

"Nah untuk membangkitkan lagi dengan cara ini, istilahnya dalam pemerintahan merestrukturisasi lagi KUD seperti ini harusnya, bukan hanya omongan tapi program harus diberikan. Jadi kerja sama INKUD dan JLI memungkinkan mitra UMKM berjualan tanpa modal awal," ucapnya.

Nantinya, JLI memasok produk-produk kebutuhan pokok dengan harga bersaing ke gudang-gudang KUD yang tersebar di Pulau Jawa. Dengan begitu, warung kelontong sebagai mitra KUD yang berada dalam radius 10 km dari gudang akan mendapat pasokan barang dengan harga lebih murah dan pengiriman yang lebih cepat.

"Tentunya JLI punya SOP sendiri, tapi saya sampaikan sistem konsinyasi itu pedagang bisa mengambil barang di sini dengan perjanjian kesepakatan dan yang paling penting adalah kepercayaan," katanya.

Dengan terobosan ini memungkinkan siapa pun bisa menjalankan usaha warung tanpa perlu mengeluarkan modal. Caranya, calon mitra mengakses website www.linistore.id untuk melakukan pendaftaran.

Setelah itu, tim akan melakukan survei ke lokasi yang akan dijadikan warung. Jika permohonan disetujui, mitra UMKM sudah bisa memesan sejumlah produk untuk diambil di gudang KUD.

"Dengan dukungan yang kami berikan, para pedagang warung bisa langsung mengakses berbagai produk kebutuhan pokok tanpa modal," katanya.

Selanjutnya mitra UMKM cukup membayar sesuai jumlah produk yang sudah laku terjual dalam jangka waktu tertentu. Nantinya jika ada produk yang belum terjual, bisa dikembalikan ke gudang KUD.

"Nantinya dalam durasi 2 pekan kalau barang belum laku bisa dikembalikan tapi kalau sudah laku bisa dibayar. Saya harap para pedagang kecil UKM manfaatkan kesempatan ini," ucap Portasius.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga Video: Perjuangan Pelaku UMKM Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2