Bupati Kudus Sebut Wilayahnya Kini Zona Merah Corona, Ini Penyebabnya

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 15:50 WIB
Bupati Kudus HM Hartopo saat mengecek rusunawa tempat isolasi pasien Corona di Kudus, Rabu (26/5/2021).
Bupati Kudus HM Hartopo saat mengecek rusunawa tempat isolasi pasien Corona di Kudus, Rabu (26/5/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus melonjak. Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan kondisi Kudus saat ini masuk zona merah Corona.

"Kudus saat ini zona merah," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui wartawan di sela-sela mengecek rusunawa yang dijadikan tempat isolasi di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Rabu (26/5/2021).

Hartopo mengatakan ada sejumlah pemicu terjadi lonjakan kasus Corona di Kudus. Pertama karena pascalebaran ada tradisi silaturahmi ke keluarga.

"Penyebabnya pertama anjangsana anjangsini, orang sungkeman, silaturahmi, karena kemarin di dalam pemantauan pemudik ada 1.300-an sudah terpantau sudah diskrining semua. Semua ditesting antigen, bawaan daerah asal, kalau yang belum ada kita testing. Hasilnya 3 positif dan hasil tracingnya nol. Ini yang menjadi masalah dari dalam wilayah sendiri, anjangsana anjangsini, ketemu keluarga, sana sini, buka masker ngobrol bareng. Ini yang menjadi potensi penularan (kasus Corona)," ungkap Hartopo.

Lanjut Hartopo, yang kedua dipicu karena pariwisata. Menurutnya sejumlah objek wisata di Kudus tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kata dia, sejumlah wisata di Kudus tidak ada Satgas COVID-19. Pemkab pun saat ini telah menutup semua objek wisata di Kudus.

"Yang kedua pariwisata, di Kudus sudah kita ada imbauan, ada peraturan bupati terkait SOP yang ada di setiap pariwisata tapi tidak dijalankan. Kapasitas 30 persen melebihi kapasitas. Satgas yang harus ada di luar dan di dalam, itupun tidak ada. Makanya langsung kita tutup sementara biar ada evaluasi. Semua baik pemerintah maupun tempat umum," jelas Hartopo.

Selanjutnya, menurut Hartopo, warga Kudus banyak yang bepergian ke daerah lain untuk berwisata. Padahal wisata di Kudus diperketat saat lebaran lalu.

"Ketiga ini tempat pariwisata lagi, ketika kita perketat di Kudus larinya ke tetangga sebelah, pulang membawa kasus ini. Itu yang menjadi potensi dan penularan yang besar di sana. Maka dari itu terus hajatan, hajatan tanpa izin, ini perlu diefektifkan jaga tangga. Untuk semua camat, kepala desa memantau bagi nanti yang punya hajatan di RT RW Jogo Tonggo yang memantau, kalau tidak memenuhi SOP sementara dihentikan," terang Hartopo.

Dia menjelaskan saat ini pemerintah daerah telah menyediakan tempat tidur cadangan bagi penderita COVID-19. Disebutkan, ada sebanyak 400 tempat tidur yang telah disediakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran virus Corona.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Zona Merah Alami Kenaikan dari 7 Jadi 10 Kab/Kota dalam Sepekan':

[Gambas:Video 20detik]