3 Wisatawan D'Las Purbalingga Positif Tes Antigen

Vandi Romadhon - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 19:29 WIB
Pengunjung objek wisata di Purbalingga membeludak, Minggu (16/5/2021).
Pengunjung objek wisata di Purbalingga membeludak, Minggu (16/5/2021). Foto: Vandi Romadhon/detikcom
Purbalingga -

Tiga orang pengunjung objek wisata Dino Land dan Lembah Asri Serang (D'Las), Purbalingga, Jawa Tengah, positif tes antigen virus Corona atau COVID-19. Pemkab Purbalingga pun mengingatkan kepada pengelola wisata untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran COVID-19 dengan ketat.

"Hari ini kami monitoring di tiga objek wisata, Golaga, D'Las dan Owabong. Tiga orang wisatawan reaktif di D'Las, sementara di Golaga dan Owabong hasilnya negatif," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi kepada wartawan usai monitoring objek wisata, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, dua di antara wisatawan tersebut berasal dari luar kota, sementara satu orang dari Kecamatan Bukateja. Tiwi memerintahkan wisatawan yang positif untuk pulang ke daerah asalnya. Selain itu, dia juga mengaku akan semakin ketat mengecek protokol kesehatan di objek wisata yang ada di wilayahnya.

"Yang dari luar kota kita terbitkan surat keterangan hasil test rapid antigen agar ditindaklanjuti oleh puskesmas asalnya. Untuk yang Bukateja kita akan lakukan PCR kepada yang bersangkutan," katanya.

Menurutnya pemda akan terus menggencarkan rapid tes antigen acak terhadap para pengunjung objek wisata di Kabupaten Purbalingga.

Atas temuan itu pihaknya akan melakukan evaluasi, jika selama libur lebaran ini terjadi peningkatan kasus positif secara signifikan, maka tidak menutup kemungkinan dia akan menutup sejumlah objek wisata.

"Kita lihat perkembangan besok bagaimana, jika ada penambahan kasus karena dibukanya objek wisata ya ada opsi penutupan," ujarnya.

"Kami mengimbau dan mohon bantuannya kepada seluruh masyarakat untuk selalu ingat penerapan protokol kesehatan karena apapun COVID-19 belum selesai dan keberhasilan penanganan COVID-19 butuh sengkuyung, dukungan dan kedisiplinan dari seluruh elemen masyarakat," lanjutnya.

Tiwi mengatakan libur lebaran kali ini animo masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata cukup tinggi. Pengelola menurutnya perlu lebih serius dalam menjalankan prosedur penerapan protokol kesehatan.

Selain itu Tiwi juga memastikan kepada pengelola wisata untuk mengatur kapasitas pengunjung agar tidak melebihi kapasitas yang sudah ditetapkan. Himbauan kepada pengunjung lewat spanduk dan peringatan menurutnya perlu dimaksimalkan.

Pihaknya berharap berbagai upaya yang telah dilakukan dapat menekan penyebaran COVID-19. Sehingga tidak ada lonjakan yang signifikan setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Mudah-mudahan protokol kesehatan bisa terus kita terapkan dan tidak ada lonjakan yang signifikan dari angka COVID-19 di Kabupaten Purbalingga," pungkasnya.

(rih/rih)