Kasus Klaster yang Bermula dari Kegiatan Musala Kulon Progo Tembus 62

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 15:36 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, Selasa (11/5/2021).
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Jumlah kasus positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster Sangon di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus bertambah. Satgas COVID-19 Kulon Progo mengumumkan penambahan 22 kasus baru dalam klaster yang diduga berawal dari kegiatan musala ini.

"Tercatat ada penambahan sebanyak 22 kasus positif dari klaster tersebut, dari sebelumnya 40 kasus, sehingga kini total konfirmasi positif menjadi 62 kasus," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, kepada wartawan, Jumat (14/5/2021).

Baning menjelaskan dari total 62 kasus tersebut, 56 di antaranya berasal dari hasil tes swab PCR dan sisanya tes rapid antigen. Adapun ada tiga kasus yang kini menjalani perawatan di rumah sakit yakni RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, karena menunjukkan gejala seperti batuk dan flu.

"Di luar tiga itu menjalani isolasi mandiri, 90 persen pernah merasakan gejala ringan," jelas Baning.

Distribusi kasus ini menyebar di empat dusun di Kapanewon Kokap, yakni Dusun Sangon I, Kalirejo Kalirejo, sebanyak 45 kasus, Kadigunung, 15; 2 di Tapen dan 2 Tlogolelo (masuk wilayah Kalurahan Hargomulyo).

Baning mengatakan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus dari klaster tersebut, telah dilakukan pembatasan ketat terhadap akses keluar masuk ke empat wilayah tersebut. Selain itu tempat ibadah serta kegiatan kelompok masyarakat di daerah itu juga dihentikan.

Pemerintah kalurahan dan unsur terkait, lanjut Baning juga memberikan sembako kepada warga yang melakukan isolasi.

"Hari ini juga dilakukan pemeriksaan swab masal di Sangon dan Kadigunung dimulai Puskesmas Kokap 1 dibantu SDM Puskesmas sekitarnya, dengan sasaran pemeriksaan kurang lebih 200 orang," ujarnya.

Atas peristiwa ini Baning mengimbau masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, gunakan masker dengan benar, selalu menjaga jarak satu sama lain dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Bila merasakan gejala demam, kehilangan indera penciuman atau pengecapan dan tidak enak badan, warga diminta segera berobat dan melakukan karantina mandiri di rumah serta meningkatkan stamina dengan makanan bergizi, istirahat cukup dan selalu gembira.

"Terakhir mengikuti arahan petugas termasuk bersedia diambil swab dan melakukan karantina dengan tertib," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Satgas COVID-19 Kulon Progo melaporkan kemunculan klaster baru virus Corona di wilayahnya. Awalnya tercatat ada 40 kasus dari klaster yang diberi nama Klaster Sangon tersebut.

Kasus ini pertama kali diketahui pada 30 April 2021. Ketika itu sejumlah warga yang diketahui merupakan jemaah musala di tiga dusun tersebut mengalami gejala COVID-19. Dari situ gugus tugas bertindak dengan melakukan tes Corona. Dari sekitar 90 warga yang dites, 40 di antaranya terkonfirmasi positif Corona.

"Kami belum bisa duga sumbernya dari mana, tapi memang pada awal kasus beberapa dimulai dari kegiatan di musala di tiga wilayah tersebut. Namun dalam perkembangannya tidak hanya jemaah musala tersebut, tapi sudah menyebar ke masyarakat," ujar Baning.

(sip/sip)