Kapolda Jateng Cek TKP Ledakan Petasan yang Tewaskan 4 Orang Kebumen

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 11:47 WIB
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di TKP ledakan petasan maut dan Mapolres Kebumen, Jumat (14/5/2021).
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di TKP ledakan petasan maut dan Mapolres Kebumen, Jumat (14/5/2021). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Kebumen -

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mendatangi lokasi terjadinya ledakan bahan petasan di Kabupaten Kebumen. Luthfi kemudian menggelar jumpa pers di Polres Kebumen dengan memaparkan perkembangan penyidikan polisi.

"Hasil penyidikan tim inafis labfor, dipastikan bahwa itu hasil senyawa bahan mercon yang meledak dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Kemudian dari TKP ini kita kembangkan sudah kita periksa hampir 16 orang termasuk kita telusuri dari mana bahan mercon itu dan akan kita kembangkan terus," ungkap Kapolda saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Jumat (14/5/2021).

Pantauan di lokasi, TKP di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen masih tampak dipasangi garis polisi. Hingga kini kasus tersebut masih didalami polisi. Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak karena bisa dikenai sanksi pidana.

"Ini akan kita kembangkan terus dan pembelajaran bagi kita barang siapa yang menyimpan menguasai terkait bahan mercon atau bahan handak akan dikenai pidana undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951," tegasnya.

Ahmad Luthfi menjelaskan sebelum peristiwa ledakan bahan petasan itu terjadi, pihak Polres Kebumen telah melakukan kegiatan operasi. Dari operasi itu, polisi mengamankan 400 kg bahan petasan.

"Polres Kebumen sebelum kejadian itu telah melakukan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD), sudah diamankan hampir empat kuintal bahan handak (bahan peledak) atau bahan mercon dari masyarakat oleh karena itu, ini benar-benar kita waspadai kita imbau kepada masyarakat untuk benar-benar tidak melalukan tindakan yang terkait dengan mercon," imbuhnya.

"Seluruh Polda Jawa Tengah juga telah melakukan operasi pengamanan bahan mercon hampir 46 kg dan 72.000 pieces yang sudah kita musnahkan. Ini menandakan bahwa masyarakat kita belum sadar bahayanya petasan itu bisa mengancam jiwa," pungkas Luthfi.

Diwartakan sebelumnya, ledakan yang disebabkan oleh bahan petasan tersebut terjadi di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen pada Rabu (12/5) sore. Satu rumah milik Untung (55) yang dijadikan tempat untuk meracik bahan petasan itu mengalami rusak berat sedang delapan orang dilaporkan menjadi korban. Empat orang di antaranya meninggal dunia.

Tonton juga Video: Dua Warga Tulungagung Tewas Akibat Ledakan Petasan, 7 Orang Luka-luka

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)