Kemenag Gunungkidul: Pelaksanaan Salat Id Sesuai Prokes Atau Dibubarkan!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 12:50 WIB
Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona, apakah semua paham? (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona, apakah semua paham? (Danu Damarjati/detikcom)
Gunungkidul -

Tahun ini ada 1.230 lokasi salat id di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Kemenag setempat mengimbau jemaah tetap sesuai protokol kesehatan. Jika tidak, Satgas COVID-19 akan membubarkan kegiatan tersebut.

Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan 1.230 lokasi gelaran salat id tersebut meliputi baik di lapangan maupun masjid. Penyelenggaraannya sesuai Surat Edaran Menteri Agama No.04/2021.

"Surat Edaran menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan sehingga pelaksanaan salat tidak menjadi sumber penyebaran COVID-19," ujar Arif Gunadi, Rabu (12/5/2021).

Karenanya, Arif meminta panitia salat id betul memastikan jemaah menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan tersebut berlangsung. Jika menimbulkan kerumunan akan langsung dibubarkan oleh satgas.

"Kalau terjadi kerumunan dan tidak bisa dikendalikan ya salat id bisa dibubarkan. Tapi sebelum pembubaran harus ada upaya-upaya persuasif dari petugas sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman di masyarakat," ucapnya.

Selain itu, Arif mengimbau kepada seluruh panitia salat Id agar tidak mendatangkan pembicara atau khatib dari luar daerah. Semua itu untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19 di lokasi salat id.

"Selain itu, setelah khotbah jemaah diimbau untuk tidak bersalaman," katanya.

Arif menambahkan, pihaknya juga meminta agar masyarakat hanya menggelar takbiran di masjid maupun musala secara terbatas. "Jadi jumlah warga yang mengikuti dibatasi hanya 10 sampai 15 orang saja," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyebut ada 2 RT yang masuk zona oranye sehingga tidak boleh menyelenggarakan salat id berjamaah. 2 lokasi tersebut masuk wilayah Kapanewon Patuk dan dan Kapanewon Saptosari.

"Jadi di dua RT itu dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan ibadah di rumah masing-masing saja," kata Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat dihubungi wartawan, Rabu (12/5).

(mbr/mbr)