Dipecat! Sopir BST yang Serempet KA Batara Kresna di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 11:55 WIB
Viral video kecelakaan Bus Batik Solo Trans (BST) dan Kereta Api (KA) Batara Kresna di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (9/5/2021).
Viral video kecelakaan Bus Batik Solo Trans (BST) dan Kereta Api (KA) Batara Kresna di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (9/5/2021). (Foto: Tangkapan layar video viral di media sosial)
Solo -

Kecelakaan Bus Batik Solo Trans (BST) dengan KA Batara Kresna di Jalan Slamet Riyadi Solo yang videonya viral berbuntut panjang. Sopir BST berinisial R akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya.

"Sudah kami proses, driver sudah kami berhentikan, karena itu termasuk pelanggaran kategori berat," kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat dijumpai di Puskesmas Pajang, Solo, Senin (10/5/2021).

Pelanggaran yang dilakukan antara lain ialah melewati batas marka. Apalagi kejadian tersebut membahayakan penumpang bus dan kereta.

"Yang jelas yang bersangkutan sudah melanggar SOP, sudah melanggar batas marka kereta. Kesalahan kategori berat, sudah kami berhentikan," ujarnya.

Terkait kerusakan kereta, Gibran mengaku masih berkoordinasi dengan PT KAI. Pihaknya menunggu surat dari KAI untuk memberikan ganti rugi.

"Kerugian KAI baru dihitung, kami tunggu surat dari KAI," kata putra Presiden Joko Widodo itu.

Dia pun meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Dia berharap kecelakaan tidak lagi terulang.

"Mohon maaf sekali kepada para penumpang, para pengguna setia BST dan pelanggan setia KAI. Semoga tidak terulang kembali dan yang jelas driver yang bersangkutan sudah kami berhentikan," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo, membenarkan pihaknya telah memecat sopir R. Pemberhentian juga berdasarkan pertimbangan dari Dinas Perhubungan dan pemangku kepentingan lain.

"Kita ambil pertimbangan Dishub dan stakeholder di tempat kami untuk memberhentikan pengemudi. Karena dia memang melakukan kesalahan yang bisa membahayakan penumpang juga orang lain. Supaya jadi efek jera buat pengemudi lain," kata Sadad kepada wartawan.

Pengelola Bus Batik Solo Trans (BST) telah melakukan pengecekan CCTV hingga memeriksa sopir. Ada beberapa catatan yang membuat sopir dikatakan melakukan pelanggaran berat.

"Kita cek semua baik di dalam bus, kan ada tiga CCTV sudah kita cek, juga dari sisi penumpang yang tersebar di medsos. Dia melanggar pembatas KA warna kuning, sudah bereaksi mundur tapi kok nggak mundur terus. Hanya mundur sesaat lalu berhenti," pungkasnya.

Lihat juga video '3 Korban Kecelakaan Bus Masuk Sungai di Mamasa Ditemukan':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)