Terpopuler Sepekan

Fakta-fakta Gibran Copot Lurah hingga Ingin Ubah Tradisi Pungli

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 13:34 WIB
Poster
Ilustrasi pungli (Foto: Edi Wahyono)

Ingin ubah tradisi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan aksi para linmas itu adalah tradisi lama. Namun kondisi saat ini sudah jauh lebih baik sehingga tidak seharusnya kebiasaan itu dilanjutkan.

"Dulu saat mereka tidak mendapatkan honor, mereka dapatnya ya dari keliling saat 17 Agustus, saat hari raya. Tapi sekarang kan dana kelurahan sudah ada, linmas juga dapat sembako lebaran, bantuan sosial dan sebagainya. Jadi tradisi ini harus diluruskan," kata Teguh, Sabtu (1/5).

Menurut karyawan toko yang menjadi korban, permintaan dana memang sudah terjadi sekitar 4 tahun lalu. Pemilik toko pun memberikan sejumlah uang karena tidak mengetahui tindakan itu termasuk pungli.

Gibran pun mengingatkan agar kebiasaan yang jelek harus diubah dengan kebiasaan yang benar.

"Saya tegaskan lagi, kita ini harus membiasakan yang benar. Jangan membenarkan yang biasa," kata Gibran.

Lurah tak melawan

Terkait dukungan warga dalam bentuk spanduk dan bentuk lain, Suparno mengaku tidak tahu. Dia justru meminta masyarakat mengikuti prosedur yang ada.

"Saya demi Allah nggak tahu itu. Kalau tahu malah saya stop. Jangan kaya gitu. Nggak baik. Sudahlah kita lakukan sesuai prosedurnya pemerintah, sudah ada yg mengurus. Saya tulus bekerja yang baik," kata Suparno, Senin (3/5).

Ditanya kemungkinan adanya paksaan dalam menandatangani surat, Suparno tetap enggan membahasnya. Begitu pula tentang kabar dirinya tidak menerima uang hasil dugaan pungli, dia enggan berbicara.

"Sudahlah, tanya yang berhak saja. Saya penginnya kondusif nggak ada masalah, kita semua bisa bekerja dengan baik," katanya.

Halaman

(bai/rih)