Terpopuler Sepekan

Fakta-fakta Gibran Copot Lurah hingga Ingin Ubah Tradisi Pungli

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 13:34 WIB
Poster
Ilustrasi pungli (Foto: Edi Wahyono)
Solo -

Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan petugas linmas dan Lurah Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, mencuat pada akhir pekan lalu. Kasus ini berujung dengan pencopotan Lurah Gajahan, Suparno.

Kasus bermula saat Lurah Suparno menandatangani surat edaran permohonan dana zakat dan sedekah hari raya Idul Fitri yang dibuat oleh Linmas Gajahan. Surat tersebut digunakan untuk petugas linmas berkeliling meminta dana seikhlasnya kepada masyarakat.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengetahui kejadian itu berdasarkan laporan masyarakat pada Jumat (30/4) malam. Dia meminta maaf dan langsung mengembalikan uang tersebut pada Minggu (2/5).

Gibran akhirnya mencopot Lurah Suparno yang diduga terlibat pungli. Selanjutnya, Suparno akan diperiksa oleh dinas terkait. Jabatan Lurah Gajahan untuk sementara diisi seorang pelaksana tugas (Plt).

"Hari Senin (lurah) dibebastugaskan. Pokoknya nanti habis ini semuanya akan diproses oleh Inspektorat dan dinas terkait," kata Gibran usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Solo, Minggu (2/5/2021).

Lurah dibela warga, Gibran bergeming

Sehari kemudian, muncul dukungan warga yang tidak terima atas pencopotan Suparno. Warga menilai Suparno adalah lurah yang baik.

"Kecewa, karena orangnya baik di masyarakat. Masalah pungutan itu saya nggak tau, kok tiba-tiba dipecat, ya kecewa. Warga ya mendukung (lurah), nggak terima dicopot," kata Ketua RT 01 RW 05 Gajahan, Joko Purwanto, ditemui di kediamannya, Senin (3/5).

Sekelompok pemuda juga beraksi memasang spanduk bertuliskan dukungan untuk Suparno. Beberapa spanduk bertuliskan 'Save Lurah', 'We Trust Suparno' dan 'Lurah Hebat Kok Dipecat' ditempel di depan kantor kelurahan, namun langsung dicopot oleh petugas.

Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan dalam pemeriksaan sebelumnya Suparno mengaku tidak menerima hasil uang dugaan pungli. Namun memang benar Suparno menandatangani surat tersebut.

Kalau pun benar Suparno tidak menerima uang, Gibran tetap menganggapnya bersalah. Sebab Suparno telah bertanda tangan pada surat yang berujung tindakan pelanggaran.

"Tetap salah. Dia kan yang bertanggung jawab," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Senin (3/5).

Selanjutnya, langkah pencopotan itu disebut untuk ubah tradisi...