13 ABK Kena Corona Usai dari India, Ganjar Minta Pelabuhan Diperketat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 20:34 WIB
Sebuah kapal asing membawa gula rafinasi dari India, bersandar di Cilacap. Dari 20 ABK, 13 di antaranya dalam kondisi terkonfirmasi terpapar COVID-19.
Bersandar di Cilacap, kapal yang baru saja melaut dari India angkut 13 orang positif Corona. (Foto: ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)
Semarang -

Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) yang membawa gula rafinasi dari India dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap ke depannya ada komunikasi terlebih dahulu sebelum kapal dari negara yang jadi perhatian soal kasus Corona untuk merapat di pelabuhan.

"Tentu saja saya belajar dari ini, seluruh pemegang otoritas baik pelabuhan udara, kapal, apalagi yang akan menerima tamu, warga, barang dari negara asing apalagi di tempat-tempat yang sudah menjadi perhatian kita, seperti India harus diperketat," kata Ganjar kepada wartawan di rumah dinasnya, Semarang, Sabtu (8/5/2021).

Ia memberi contoh, misalnya jika ada kapal yang datang dari negara yang jadi perhatian kasus COVID-19 bisa ditahan dulu di laut lepas sebelum merapat ke pelabuhan.

"Kalau perlu, sebelum masuk harus komunikasi dulu. Sehingga kalau lah kemudian harus dilakukan pemeriksaan biarlah mereka berada di samudera lepas dulu, jangan sampai merapat dulu. Ini yang kita minta otoritas agar ketat melakukan itu," ujarnya.

Untuk diketahui kapal bermuatan gula rafinasi bertolak dari India pada 14 April 2021 dan tiba di Cilacap pada 25 April 2021 pukul 16.00 WIB. Petugas KKP Kelas II Cilacap kemudian memeriksa kapal itu.

Kapal Filipina itu diketahui berisi 20 ABK. Setelah dilakukan tes swab PCR diketahui ada 13 di antaranya yang positif Corona. Sempat diminta isolasi mandiri di kapal, para ABK yang positif Corona itu kemudian dievakuasi ke RSUD Cilacap.

"Kemarin beredar di medsos kalau itu orang India, tidak. Setelah dicek mereka warga Filipina. Jadi perkembangan sampai detik terakhir itu. Saya kira penting untuk memberi penjelasan masyarakat," ujarnya.

(alg/sip)