67 Anjing yang Gagal Diselundupkan karena Pos Penyekatan Dievakuasi

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 14:23 WIB
Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021)
Evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021) (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pemeriksaan pos penyekatan pemudik di Temon, Kulon Progo, DIY, kini dievakuasi ke shelter. Total ada 67 anjing yang kini dipindahkan ke penampungan Ron Ron Dog Care (RRDC).

Pantauan detikcom di lokasi penampungan sementara di wilayah Sebokarang, Triharjo, Wates, Kulon Progo, Jumat (7/5), puluhan anjing-anjing itu tampak dikeluarkan satu persatu dari dalam bangunan berukuran 3x4 meter dan dinaikkan ke dalam bak truk. Anjing-anjing tersebut diikat agar tidak lepas selama perjalanan menuju ke shelter RRDC di Sleman.

"Kita telah mengajukan izin ke Polres Kulon Progo untuk menampung sementara (anjing sitaan) sembari proses ini (penyidikan dan penyelidikan kasus penyelundupan anjing) berlangsung, karena bagaimanapun anjing-anjing ini adalah barang bukti. Kita menampung sementara, merawat, dan sebisa mungkin menyelamatkan mereka," kata pendiri RRDC Victor Indra Buana kepada wartawan di Mapolres Kulon Progo, Jumat (7/5/2021).

Victor menyebut kondisi anjing-anjing yang gagal diselundupkan tersebut memprihatinkan. Mereka butuh pertolongan sesegera mungkin.

"Kondisinya sih jujur saya tidak terlalu optimis karena ada beberapa itu yang sudah lemah sekali, karena itu kita usahakan untuk menyelamatkan mereka, makin cepat makin bagus," ujarnya.

"Bagaimana tidak, mereka diikat dalam karung selama berhari-hari. Sekarang kan sudah dua hari di sini ya dan satu hari dalam perjalanan, artinya anjing-anjing ini sudah tiga hari dalam kondisi tersebut. Selama itu mereka dehidrasi, kekurangan makanan dan itu tentunya perlu penanganan medis juga," sambungnya.

Upaya Victor untuk mengevakuasi anjing-anjing tersebut mendapat lampu hijau dari Polres Kulon Progo. Kasubbag Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffri berharap dengan bantuan ini, anjing-anjing tersebut bisa diselamatkan dan dirawat dengan lebih baik.

"Semoga dengan bantuan ini mereka bisa mendapat tempat dan perawatan yang layak," kata dia.

Jeffry mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan penyelundupan anjing masih terus bergulir. Dua pelaku yakni SG (50), warga Duren Sawit, Jakarta dan SR (48), warga Sragen, Jawa Tengah kini dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Satreskrim Polres Kulon Progo.

"Sementara masih bergulir," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi penyelundupan anjing itu dilakukan dua pria berinisial SG (50), dan SR (48). Keduanya mengangkut 78 ekor anjing, 10 di antaranya dalam kondisi mati, dan akan dikirim ke Solo untuk kebutuhan warung kuliner anjing.

Selengkapnya ancaman pasal untuk menjerat kedua tersangka penyelundupan anjing ini..

Sementara itu, seekor anjing lainnya menyusul mati setelah dievakuasi. Sehingga total anjing yang masih hidup sebanyak 67 ekor dan semuanya kini telah dievakuasi ke shelter RRDC.

"Hasil pemeriksaan awal di TKP dari pelaku menerangkan bahwa anjing-anjing tersebut dibeli dari daerah Garut, Jawa Barat dan akan dibawa ke Surakarta untuk dijual dagingnya buat makanan dan tongseng daging anjing," kata Jeffry kemarin.

Aksi penyelundupan itu terbongkar saat jajaran Polres Kulon Progo tengah melakukan pemeriksaan kendaraan luar daerah di Posko Pengamanan (Pospam) Temon pada Kamis (6/5) sekitar pukul 01.30 WIB. Seluruh anjing itu kata diketahui tidak dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan. Adapun dua pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Polres Kulon Progo.

Pelaku dinilai melanggar pasal 89 UU No 18/ 2009 sebagaimana diubah dengan UU No 41/ 2016 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Ayat 1 pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang melakukan pelanggaran atas tindakan mengeluarkan dan/atau memasukkan hewan, produk hewan, atau media pembawa penyakit hewan lainnya dari dan ke wilayah Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (5), Pasal 58 ayat (5), dan Pasal 59 ayat (1) dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021)Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021) Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom

Selain itu, keduanya juga dinilai melanggar pasal 140 UU No 18/ 2012 tentang Pangan dengan pidana paling lama 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 4 miliar.

(ams/rih)