Muncul Klaster Masjid di Bantul, 20 Orang Positif Corona

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 11:37 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi pandemi Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Bantul -

Setelah klaster tarawih, kini kembali klaster masjid di Padukuhan Candi, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Klaster ini bermula dari salah seorang jemaah yang positif dan menularkan ke jemaah lain, hingga total saat ini 20 orang yang positif Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa munculnya klaster itu berawal pada tanggal 21 April lalu. Di mana salah seorang jemaah berinisial S mengalami gejala COVID-19 dan kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit.

"Ternyata hasilnya positif (COVID-19), dan setelah diketahui positif COVID-19, keluarga S kemudian melakukan rapid test antigen pada 22 April," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2021).

Menurut pria yang kerap disapa dr Oki ini, ada lima anggota keluarga S yang mengikuti rapid test antigen. Kelima orang itu terdiri dari istri, ibu, dan tiga anaknya.

"Karena hasil rapid antigen positif, kemudian dilanjutkan dengan swab PCR, dan hasilnya dari tiga anaknya ada dua yang positif dan satunya negatif," lanjut dr Oki.

Selanjutnya, kasus kembali merembet saat ada salah seorang jemaah Masjid di Padukuhan Candi yang melakukan pemeriksaan GeNose. Dari pemeriksaan GeNose itu, hasilnya menyatakan H positif.

"Karena itu ada jemaah yang lain memilih untuk menjalani swab PCR, dan hasilnya positif (COVID-19)," ujarnya.

Dari tracing jemaah tersebut, ada sembilan orang yang melakukan kontak erat. Tracing itu terus dilakukan hingga akhirnya ada 20 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster Masjid tersebut.

"Total yang terkonfimasi positif sampai hari ini ada 20 orang, yang bergejala empat orang dan lainnya tanpa gejala. Dari 20 itu ada yang isolasi di shelter dan yang gejala di RSLKC (Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19," ucapnya.

Oleh sebab itu, Oki menyebut kasus di masjid tersebut sebagai klaster. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah kasus positif dari klaster tersebut akan bertambah.

"Jadi ini klaster masjid dan kemungkinan itu (yang positif COVID-19) bisa bertambah. Karena saat ini tracing masih kami lakukan, dan masih ada sekitar 15 orang yang perlu swab PCR," kata Oki.

(sip/mbr)