Polisi Lacak Pria yang Ajari Nani Racik Takjil Sianida: Nomor HP Mati

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 16:37 WIB
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat dimintai keterangan, Selasa (4/5/2021).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menjelaskan hasil pelacakan R, pria yang anjurkan Nani racik takjil sianida(Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi kini masih memburu R, pria yang mengajarkan mengajarkan Nani Aprilliani (25) meracik takjil sianida. Keberadaan R yang disebut sebagai pelanggan salon tempat Nani bekerja itu masih gelap.

"Untuk fakta baru dari hasil pemeriksaan hari ini belum ada. Namun, masih kita mendalami keterangan yang kemarin yang inisial R," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Satreskrim Polres Bantul, Selasa (4/5/2021).

Ngadi menyebut anggotanya masih melacak keberadaan R. Sebab, berdasarkan pengakuan Nani, nomor ponsel R sudah tidak aktif.

"Hari ini, anggota kami sedang bergerak untuk memastikan R itu siapa, karena keterangan dari yang bersangkutan itu R hapenya mati. Ini sedang kita lakukan pelacakan mudah-mudahan ada titik terang dari pelacakan ini," ucapnya.

Ngadi pun mengaku masih mendalami sosok R ini. Sebab keterangan yang diberikan Nani tentang sosok R ini masih minim.

"Dari keterangan si NA, R ini adalah pelanggan biasa di tempat kerja salon NA dan menurut pengakuan NA ya sudah cukup lama juga sebagai pelanggan," katanya.

"Jadi belum kita dapatkan profesinya apa yang jelas dia adalah pelanggan seperti yang lainnya. Umurnya saja belum kami konfirmasi," terang Ngadi.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut sosok R ini sebagai pria yang memiliki perasaan suka terhadap Nani. Namun, Nani disebut menyukai pelanggan lain yakni Tomy, yang akhirnya menjadi target takjil sate beracun sianida itu.

Meski begitu, Nani disebut kerap curhat mengenai masalahnya dengan Tomy kepada R. Bahkan, R pun menyarankan untuk memberi pelajaran kepada T dengan menggunakan kalium sianida, yang disebut R hanya berefek muntah dan diare jika dimakan.

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/5) kemarin.

Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada Tomy, Nani mendapatkan anjuran untuk mengirimkan sate sianida menggunakan ojek online.

"Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim dan tersangka mengikuti saran tersebut," ucapnya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menambahkan racun sianida itu dibeli via online pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.

"Jadi pesanannya di aplikasi tersebut Sodium Sianida. Tapi setelah dicek, ternyata Kalium Sianida," kata Wachyu, kemarin.

Simak Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)