Dugaan Pungli Bermodus Zakat Lurah-Linmas di Solo Raup Rp 11,5 Juta

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 17:34 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Solo -

Bermodal surat bertanda tangan Lurah Gajahan berinisial S, oknum petugas linmas Kelurahan Gajahan, Kota Solo, diduga melakukan pungutan liar (pungli) bermodus penarikan zakat dan sedekah Idul Fitri. Uang yang sudah terkumpul mencapai Rp 11,5 juta.

Hal tersebut diketahui Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berdasarkan laporan masyarakat. Dia meminta maaf dan akan segera mengembalikan uang tersebut.

"Mencapai Rp 11,5 juta. Akan segera kami kembalikan," kata Gibran kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Gibran mengatakan akan memeriksa petugas linmas dan lurah yang bersangkutan terlebih dahulu. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku tak segan-segan mencopot terduga pelaku jika terbukti bersalah.

"Jika terbukti salah akan langsung saya copot. Kami akan cek lagi di kelurahan-kelurahan lain. Semoga kasus ini tidak terjadi di tempat lain," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan kop surat yang dipakai bertuliskan Satlinmas dan dengan cap Satlinmas Gajahan. Surat itu diketahui lurah dan Ketua LPMK Gajahan yang juga membubuhkan tanda tangan tanpa cap.

Teguh mengatakan aksi para linmas itu adalah kebiasaan lama. Namun kondisi saat ini sudah jauh lebih baik sehingga tidak seharusnya kebiasaan itu dilanjutkan.

"Dulu saat mereka tidak mendapatkan honor, mereka dapatnya ya dari keliling saat 17 Agustus, saat hari raya. Tapi sekarang kan dana kelurahan sudah ada, linmas juga dapat sembako lebaran, bantuan sosial dan sebagainya. Jadi tradisi ini harus diluruskan," kata Teguh.

(bai/rih)