Penyekatan Mudik di Kota Semarang: Pospam hingga Aplikasi Pendatang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 20:13 WIB
Dishub Kota Semarang sosialissi larangan mudik ke agen travel
Dishub Kota Semarang sosialisasi larangan mudik ke agen travel, Kamis (29/4/2021) (Foto: dok. Dishub Kota Semarang)
Semarang -

Penyekatan pemudik juga dilakukan di pintu masuk ke Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Tak hanya mendirikan pos pengamanan (pospam), aplikasi khusus untuk mendata bagi para pendatang juga disiapkan.

"Disimpulkan pola yang paling efektif yaitu dengan bottom up. Mengoptimalkan camat dan lurah untuk mengintensifkan RT dan RW untuk aktif melakukan pendataan pendatang yang masuk selama bulan Ramadhan sampai lebaran," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kepada wartawan di Semarang, Kamis (29/4/2021).

Hendi mengatakan aplikasi itu bernama Sidatang, aplikasi ini diinput oleh Lurah yang mendapat laporan pendatang dari Ketua RT/RW setempat. Penginputan data ini dilakukan setiap hari. Pendataan para pemudik ini juga dilakukan di pintu masuk bandara, stasiun, dan pelabuhan.

"Dishub koordinasi dengan petugas gabungan yang berjaga di pos penjagaan untuk selain menjaga keamanan juga memastikan pendatang mengisi aplikasi sidatang," jelasnya.

Sebelumnya, Hendi menegaskan para ASN yang ketahuan mudik bakal disanksi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 100 persen pada bulan berikutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanro, mengatakan penyekatan pemudik dilakukan dengan mendirikan posko di 9 titik sejak tanggal 28 April hingga 17 Mei 2021.

"Kita mulai sejak kemarin," kata Endro saat dihubungi wartawan.

Endro mengatakan titik posko sama dengan tahun lalu yang artinya berada di Gerbang tol Kalikangkung, Mangkang, Terminal Sisemut, Genuk, Penggaron, Tol Banyumanik, Taman Unyil, dan Cangkiran.

"Tahun ini kita tambah satu posko lagi di Podorejo," ujarnya.

Jalur Podorejo ini diduga bakal menjadi jalur pintas pemudik dari arah Kendal. Selama penyekatan pemudik ini diberlakukan, pihaknya mengatakan ada beberapa kendaraan berpelat nomor luar kota diputarbalikkan.

"Sudah ada beberapa, belum banyak," kata Endro.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan pihaknya juga sudah melakukan mendatangi agen travel untuk sosialisasi larangan mudik. Sigit mengingatkan agen travel yang terjaring razia bakal dikandangkan.

"Kalau travel gelapnya itu suratnya tidak lengkap ataupun trayeknya akan kita kandangkan sesuai prosedur berlaku," tegasnya.

(ams/rih)