Ingin Hapus Jejak, Pembunuh Pemuda di Klaten Sempat Ikut Datangi TKP

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 16:59 WIB
Jumpa pers pembunuhan pemuda di Klaten, Kamis (29/4/2021).
Jumpa pers pembunuhan pemuda di Klaten, Kamis (29/4/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Pembunuh Rizky (25) di Klaten, Heru Prasetyo (25), usai beraksi sempat ikut ramai-ramai mendatangi TKP bersama warga. Heru berniat menghapus jejak aksi pembunuhannya.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan bahwa Heru lebih dulu pulang usai beraksi dan menghapus percakapan dengan korban Rizky di ponselnya.

"Pelaku pulang untuk menghilangkan jejak, termasuk WA di ponselnya. Bahkan saat ramai-ramai di lokasi kejadian, pelaku menyaksikan agar tidak dicurigai bersalah," kata Andriansyah kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Meskipun jejak ponsel dihapus, polisi tidak kurang akal. Yakni dengan meminta keterangan beberapa teman dan pacar korban.

"Tapi yang paling kita curigai ya pelaku ini. Pemeriksaan selama enam jam tidak mengakui tapi dengan kerja keras penyidik akhirnya pelaku mengakui perbuatannya, dan bukti pisau ditemukan," papar Andriansyah.

Untuk barang bukti pisau, diakui pelaku merupakan pisau dapur yang dibawa dari rumah.

Sementara itu, Heru yang dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Klaten hari ini, mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia nekat membunuh karena jengkel dengan korban.

"Spontanitas, pisau dari rumah. Pisau saya ambil dari rumah, saya menyesal sekali," ujar Heru.

Diberitakan sebelumnya, motif pembunuhan Rizky (25) oleh tetangganya sendiri di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Pelaku, Heru Prasetyo (25), mengaku nekat membunuh korban karena dendam sering diolok-olok.

"Kita menemukan motif pelaku sehingga tega membunuh. Dia (pelaku) sakit hati karena sering diejek, diolok-olok, dikatain lemah," ungkap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (29/4).

Menurut Edy, selain sering diejek dan diolok-olok oleh korban, pelaku juga merasa difitnah. Fitnah itu berkaitan dengan utang uang kepada korban.

"Kemudian pernah difitnah bahwa punya utang, padahal yang sebenarnya punya utang itu korban pada pelaku. Itu yang membuat pelaku sakit hati," lanjut Edy.

Pembunuhan itu terungkap setelah ada informasi seorang pemuda tewas di tanggul Sungai Woro, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten dan dilaporkan ke polisi pada Selasa (27/4) malam. Korban ditemukan dalam kondisi tewas dengan luka sayat di lehernya.

"Korban motornya jatuh dan leher tersayat pisau. Kita olah TKP dan TKP gelap kanan kiri sawah sehingga tidak ada saksi. Olah TKP hanya visual," tuturnya.

Setelah itu, rinci Edy, korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi dan diselidiki kebiasaan serta rekan-rekan korban. Sehingga didapatkan tersangka Heru.

"Kita periksa lima orang saksi yang berkaitan dengan korban. Sehingga kurang dari 24 jam, tepatnya Rabu (28/4) pukul 03.00 WIB kita berhasil menangkap pelaku Heru Prasetyo," lanjut Edy.

(rih/ams)