Polisi Buru Wanita Pemberi Takjil Beracun Tewaskan Anak Ojol di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 14:40 WIB
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4/2021).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi menyebut takjil yang menewaskan seorang bocah 8 tahun anak driver ojek online (ojol) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), positif mengandung racun jenis C. Polisi kini memburu wanita pemberi takjil itu.

"Ya identitas dan ciri-cirinya (pelaku) sudah kita dapatkan. Tapi baru ciri-ciri, untuk identitasnya semoga tidak lama lagi," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat dihubungi wartawan, Kamis (29/4/2021).

Polisi saat ini tengah mencocokkan keterangan saksi-saksi dan rekaman CCTV dengan keterangan ayah korban, yakni Bandiman (47).

"Baru kita lidik, keterangan dari saksi dan pemeriksaan rekaman CCTV. Intinya baru kita padukan," ucapnya.

"Insyaallah (dirilis secepatnya)," imbuh Ngadi.

Diberitakan sebelumnya, polisi menyebut takjil yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), positif mengandung racun jenis C. Saat ini polisi tengah melanjutkan penyelidikan untuk menguak siapa wanita misterius pengirim takjil sate ayam lontong tersebut.

"Untuk hasilnya sementara positif mengandung racun. Untuk racunnya jenis C," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui detikcom Polres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kamis (29/4).

Hasil penelitian terkait racun tersebut, kata Ngadi, baru keluar hari ini.

"Hasil keluar hari ini tapi fisiknya belum. Jadi kita belum dapatkan tembusan secara resmi tapi hasilnya sudah kita dapatkan," ujarnya.

Menurutnya, racun tersebut ditemukan pada bumbu sate. Sedangkan pada sate yang tidak terkena bumbu tidak ditemukan adanya kandungan racun.

"Bumbu sama sate yang ada di bumbunya itu, intinya di bumbunya," ucapnya.

Terkait hasil ini, polisi akan berkoordinasi dengan pihak laboratorium untuk melanjutkan penyidikan.

"Selanjutnya kita segera koordinasi dengan pihak laboratorium untuk segera mengirimkan hasilnya, untuk bahan penyidikan. Untuk pelakunya masih kita telusuri, mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa kita amankan," katanya.

Simak juga 'Geger Pembunuhan Wanita di Surabaya, Mayatnya Terbungkus Kasur':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)