11 Orang Ditangkap Gegara Aksi Ricuh Tolak Tambang Andesit di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 03:56 WIB
Massa aksi bendungan Bener yang ditangkap polisi
Massa aksi bendungan Bener yang ditangkap polisi. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Sedikitnya 11 orang ditangkap polisi saat demo ricuh tolak rencana pelaksanaan quarry untuk pembangunan Mega Proyek Bendungan Bener di Purworejo, Jateng. Hingga Jumat malam, 11 orang tersebut masih diamankan di Mapolres Purworejo.

Ratusan warga desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo melakukan aksi penutupan akses jalan utama menuju Desa Wadas, Jumat (23/4/2021). Blokade jalan dengan pepohonan dan batu itu dilakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk pembangunan Bendung Bener.

Karena dirasa mengganggu akses keluar masuk desa, warga lain kemudian melaporkan blokade tersebut kepada aparat kepolisian. Namun, aparat gabungan dari Polres, Brimob dan Kodim 0708 Purworejo yang datang ke lokasi untuk membersihkan jalan justru akhirnya bentrok dengan massa aksi.

"Awalnya kami mendapatkan laporan ada masyarakat yang diintimidasi tidak boleh ikut sosialisasi pembangunan Bendung Bener. Ada laporan juga pemblokiran jalan yang merupakan jalan kabupaten dan menuju desa sehingga masyarakat menjadi terhalang. Kemudian kami lakukan pembersihan jalan," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (23/4/2021) malam.

"Kemudian berujung dengan tindakan anarkis. Upaya-upaya preemtif komunikasi dan mengajak dialog sudah kami upayakan namun tidak diindahkan dan ada upaya provokatif, pelemparan batu dan kayu kepada aparat sehingga kami bubarkan," imbuhnya.

Akibat hujan batu itu, sedikitnya lima petugas polisi luka-luka. Petugas akhirnya mengamankan sedikitnya 11 orang yang disebut polisi sebagai provokator aksi.

"Anggota kami yang luka-luka ada lima orang dan kami amankan 11 orang yang diduga sebagai provokator, bahkan beberapa di antaranya bukan warga Wadas, bahkan luar Purworejo," jelasnya.

Sementara itu, Fajar (30) salah satu mahasiswa sebuah kampus di Solo itu mengaku ikut dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas. Meskipun diamankan petugas dan dibawa ke Mapolres Purworejo, ia tetap merasa tak bersalah.

"Saya tahu infonya dari medsos, makanya saya datang dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas. Ya saya dibawa ke Polres enggak tahu kenapa, silakan tanya pak polisi karena saya tidak bersalah," ucapnya.

(mbr/mbr)