Tambah Lagi, Guru SMAN 1 Gondang Sragen yang Wafat Kena Corona Jadi 4 Orang

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 04:22 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
(Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Sragen -

Satu lagi guru SMA Negeri 1 Gondang, Sragen, Jawa Tengah, meninggal dunia dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19, Rabu (21/4/2021) petang. Meninggalnya satu guru ini menambah daftar guru SMAN 1 Gondang yang meninggal dalam kondisi terpapar Corona menjadi empat orang.

"Benar kami mendapat kabar satu orang meninggal dunia. Kabar yang kami terima tadi (meninggal) usai maghrib. Benar yang bersangkutan adalah guru SMAN 1 Gondang," ujar Kepala Puskesmas Gondang, Dedi Ari Saputro, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/4/2021).

Dedi menyebut, guru tersebut meninggal dalam kondisi terpapar virus Corona. Yang bersangkutan merupakan satu dari total sembilan guru dan karyawan SMAN 1 Gondang yang dinyatakan positif COVID-19.

"Beliau salah satu dari sembilan orang yang dinyatakan positif. Jadi bukan kasus baru," ujarnya.

Dedi mengatakan, guru tersebut meninggal dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Solo. Pihaknya mengaku tidak mengetahui detil kondisi terakhir guru tersebut, pasalnya penanganan awal guru tersebut bukan di Puskesmas Gondang.

"Karena domisilinya bukan dalam wilayah Puskesmas Gondang sehingga tidak ditangani di sini. Kabar terakhir dirujuk ke rumah sakit di Solo sebelum meninggal," terangnya.

Dengan tambahan satu guru yang meninggal ini, lanjutnya, jumlah guru SMAN 1 Gondang yang meninggal dalam kondisi positif Corona bertambah menjadi empat orang. Keempat guru tersebut meninggal dalam waktu berurutan sejak awal April.

"Jumlah guru yang meninggal menjadi empat orang," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga guru SMA Negeri 1 Gondang, Sragen, Jawa Tengah, dikabarkan meninggal dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Dampaknya, pihak sekolah menutup segala aktivitas di sekolah tersebut selama 14 hari.

"Iya ada tiga guru yang meninggal. Tapi sebenarnya dari sisi waktu (meninggalnya) agak berjarak. Pertama tanggal 6 April, 13 April dan yang terakhir 17 April kemarin," ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah VI, Suratno, dihubungi detikcom, Minggu (18/4).

Suratno menyebut, sejak kasus pertama positif COVID-19 ditemukan, pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen telah melakukan tracking terhadap guru dan karyawan yang melakukan kontak erat. Dari belasan orang yang ditemukan kontak erat, total tujuh guru dan karyawan dinyatakan positif Corona.

Tonton juga Video: Sejumlah Guru Terpapar COVID-19 Jelang Sekolah Tatap Muka

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)