Ramai Video Pemuda Maki-maki Nakes di UGD RSA UGM

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 13:12 WIB
Tangkapan layar video viral nakes di UGD RSA UGM dimaki-maki
Foto: dok. tangkapan layar video viral nakes di UGD RSA UGM dimaki-maki
Sleman -

Video seorang pemuda yang tengah memaki-maki tenaga kesehatan atau nakes di RSA UGM Kapanewon Gamping, Sleman viral di media sosial. Pemuda tersebut diduga mabuk dan marah-marah.

Video viral itu diunggah di akun Facebook Ike S, Rabu (21/4) di akun pribadinya maupun di salah satu grup Facebook. Pemilik akun menyebut peristiwa itu terjadi di UGD RSA UGM, Senin (19/4) kemarin.

"Saya sedang menunggu bapak saya yg sedang kritis di ruang ugd,karena aturan di ugd hanya memperbolehkan 1 penunggu dlm ruangan,saya bergantian masuk ke ruangan dg saudara saya yg lain.dan saat itu kebetulan saya yg sedang diluar...," tulisnya seperti dilihat detikcom, Rabu (21/4/2021).

Pada saat menunggu, menurut Ike, tiba-tiba datang rombongan pemuda yang diduga mabuk berat. Mereka berteriak dan memaki nakes yang berada di dalam UGD dengan kata-kata kasar.

"Tiba2 datang sekelompok pemuda dg sebuah mobil yg membawa seorang perempuan muda tangan penuh tatto ( pasien ) teriak2 keras dan berbicara kasar ,yg diketahui dia sedang dlm kondisi mabuk parah .utk pasien mgkin saya msih bs maklum..tp yg saya sayangkan,teman yg menemani pasien ini seketika setelah pasien masuk,langsung memaki semua nakes di dlm Ugd itu.saya melihat dg mata kepala saya sendiri,nakes yg di dlm rmh sakit itu di caci maki dengan kasar,keras dan di tantang2," tuturnya.

Mendengar keributan itu, orang-orang yang berada di dalam UGD kemudian keluar dan berusaha menegur pemuda tersebut. Namun, ketika ditegur, justru pemuda itu melontarkan sumpah serapah kepada seluruh pasien yang ada di UGD yang memicu kemarahan keluarga pasien.

Pemilik akun Facebook tersebut mengaku tidak terima dengan peristiwa tersebut. Terlebih, setelah kehebohan itu ayahnya meninggal dunia. Pihaknya pun berencana melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib.

"Saya selaku anak pasien dr bapak saya saroji yg akhirnya bpk meninggal dunia tdk lama setelah kejadian itu ,saya & kaluarga sangat merasa tdk terima.bagi yg mengetahui siapa mereka ,bs menghubungi saya ( inbok ).jika tdk ada etikat baik dlm 3hari kedepan,saya mewakili semua kluarga pasien akan bawa msalah ini ke ranah hukum.terimakasih," tegasnya.

Dimintai konfirmasi, Kapolsek Gamping Kompol Aan Andrianto mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

"Masih dalam penyelidikan. Kalau sudah ada hasil biasanya juga kami infokan ke media," kata Aan kepada wartawan melalui pesan singkat.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Gamping AKP Fendi Timur menjelaskan hingga saat ini belum ada pihak yang melaporkan peristiwa itu. Namun, pihaknya tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

"Belum ada yang laporan sampai sekarang. Karena itu viral kami pasti tindak lanjuti dengan penyelidikan," ujar Fendi saat dihubungi wartawan.

Fendi juga belum bisa memastikan kronologi kejadian. Sebab, semuanya masih dalam tahap penyelidikan.

"Kalau informasi awal seperti yang di media (sosial) tapi kalau kepastiannya tentu kami harus melakukan pendalaman penyelidikan," ujarnya.

"Karena ini kami monitor, kemudian kami pasti melakukan penyelidikan yang terukur," pungkasnya.

Terkait peristiwa ini, detikcom sudah berusaha menghubungi pihak RSA UGM namun belum memberikan tanggapan. Begitu pula pemilik akun FB Ike yang mengunggah video viral tersebut belum memberikan respons pesan langsung (direct message) yang dikirim detikcom.

Tonton juga Video: Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Alami Trauma, Begini Kondisinya

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)