Antisipasi Pemudik Sebelum 6 Mei, Pemkot Pekalongan Siapkan Karantina

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:42 WIB
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Senin (19/4/2021).
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Senin (19/4/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Pemkot Pekalongan siapkan karantina untuk antisipasi kedatangan pemudik sebelum tanggal 6 Mei 2021. Diketahui, pemerintah pusat memutuskan larangan mudik yang berlaku 6-17 Mei mendatang.

"Pemkot menyadari larangan mudik itu diperkirakan tidak akan sepenuhnya ditaati warga masyarakat. Maklum saja, mudik sudah menjadi budaya atau tradisi masyarakat di Indonesia menjelang Lebaran, oleh karena itu kita ada skenario antisipasi adanya gelombang mudik lebih awal," kata Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, saat ditemui di Pemkot Pekalongan, Senin (19/4/2021).

Pemkot Pekalongan telah menyediakan tempat isolasi mandiri atau karantina di Gedung Diklat, Jalan Merbabu, Kota Pekalongan. Gedung Diklat ini didesain khusus dengan jumlah 22 dan 25 kamar yang diperuntukkan bagi pemudik yang memiliki gejala COVID-19 atau datang dari daerah zona merah.

"Seperti tahun-tahun sebelum, kita siapkan rumah singgah untuk isolasi di Gedung Diklat, yang berada di Jalan Merbabu, Kota Pekalongan," ujarnya.

Menurutnya, perlu adanya pengawasan yang ketat dan antisipasi sejak dini untuk mencegah adanya lonjakan kasus COVID-19 dari klaster pemudik tersebut. Selain dibantu TNI-Polri dan Satpol PP, peranan RT dan RW justru tidak kalah pentingnya.

"Salah satunya melibatkan peran serta RT/RW hingga tingkat kelurahan untuk melakukan pendataan warganya jika ada pemudik dini yang sudah sampai di kampung halamannya," jelasnya.

"Peran RT/RW hingga kelurahan untuk menginformasikan atau dimulai dari lini bawah ini untuk melakukan pendataan warganya, karena data pemudik ini harusnya di mereka yang lebih mengerti," imbuhnya.

Apalagi, menurut Afzan, dengan sudah ditetapkannya tanggal larangan mudik dari pemerintah pusat maka potensi pemudik dini dipastikan lebih banyak.

"Kami butuh kerja sama RT/RW dan kelurahan untuk men-tracing jika ada pemudik dini yang sudah sampai di kampung halamannya," terangnya.

Tracing di tingkat RT/RW hingga kelurahan ini diperlukan dan menjadi perhatian bersama khususnya jika ada pemudik yang memiliki gejala COVID-19 maupun berasal dari daerah kabupaten/kota yang berstatus zona merah.

"Pemudik yang memiliki gejala tersebut, minimal akan dilakukan rapid test antigen," jelasnya.

"Mengantisipasi pemudik sebetulnya teknisnya hampir sama seperti tahun kemarin, kami juga akan jaga dan pantau di pintu-pintu masuk kendaraan dari luar kota yang akan memasuki Kota Pekalongan," tambahnya.

Pihaknya juga tidak segan-segan menyuruh pemudik putar balik jika memang tidak ada keterangan penunjang syarat mudik.

"Kebijakannya masih sama tetap tidak boleh mudik pada tahun 2021 ini, tinggal bagaimana nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut juga dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian, serta instansi terkait lainnya," tandasnya.

Simak juga 'Berkaca Tahun Lalu, Ini Alasan Jokowi Larang Mudik 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)