Klaster Ponpes di Klaten Tambah Jadi 20 Santri yang Positif Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 21:56 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono)
Klaten -

Jumlah santri pondok pesantren (ponpes) di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten, yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 terus bertambah. Hari ini tercatat 20 santri ponpes tersebut positif Corona.

"Ya dari total penambahan kasus hari ini sebanyak 22 orang positif COVID-19 (di Kecamatan Ceper), 20 orang di antaranya dari ponpes tersebut dan dua orang lainnya dari luar ponpes," ungkap Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Ceper, Supriyono, kepada detikcom, Senin (12/4/2021).

Menurut Supriyono, awalnya di ponpes tersebut hanya ada satu kasus. Kemudian diswab bertambah 14 orang dan dilanjutkan swab bertambah lagi 17 orang.

"Jadi 1 tambah 14, ditambah 17 dan ditambah 20 orang sehingga totalnya ada 52 orang positif. Dari 52 orang itu yang sudah sembuh ada 15 orang," ungkap Supriyono yang juga Camat Ceper itu.

Untuk sementara santri yang positif dilakukan isolasi mandiri di pondok. Sedangkan bagi yang negatif dipulangkan.

"Yang hasil swabnya negatif dan antigen juga negatif dipulangkan. Yang pulang ini khusus putri sebab pondok putri dan putra terpisah," imbuh Supriyono.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi klaster penyebaran virus Corona atau COVID-19. Di ponpes yang ada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, itu terdapat 14 orang santri terkonfirmasi positif COVID-19.

"Ya klaster. Sampai hari ini total yang positif ada 14 orang santri dari awalnya hanya satu orang," jelas Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Ceper, Supriyono pada detikcom, Senin (5/4).

Menurut Supriyono yang juga Camat Ceper tersebut, kasus ini berawal dari seorang santri yang sakit dan dinyatakan positif Corona. Namun dari tracing dan swab selanjutnya bertambah sehingga ada 14 santri positif Corona.

"Tidak dirawat di RS tetapi hanya menjalani isolasi mandiri di pondok," papar Supriyono.

Satgas terus memantau perkembangan di lokasi. Meskipun selama ini santri tidak keluar kompleks pondok.

"Apalagi dari sisi jumlah santri yang tinggal di kompleks ada sekitar 260 orang," lanjut Supriyono.

Kepala Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Ari Sriyanto, menambahkan 14 orang santri tersebut terkonfirmasi positif pada Minggu (4/4). Namun tidak ada satupun warga sekitar yang terpapar.

"Semua santri pondok, tidak ada warga yang terpapar sejauh ini. Jadi warga sekitar sementara aman," jelas Ari kepada detikcom saat dihubungi lewat telepon.

Menurut Ari, selama ini santri jarang kontak dengan warga sekitar. Sebab semua kegiatan berada di dalam kompleks pondok.

"Semua kegiatannya ada di dalam pondok jadi langkah satgas desa ya isolasi mandiri di pondok. Tapi untuk tracing atau swab lanjutan belum tahu kapan, mungkin besok-besok," ujarnya.

(rih/mbr)