Jebakan Tikus Makan Korban Lagi, Kali ini Tewaskan Perangkat Desa Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 21:37 WIB
Seorang perangkat desa di Sragen tewas tersengat listrik jebakan tikus, Sabtu (10/4/2021).
Seorang perangkat desa di Sragen tewas tersengat listrik jebakan tikus, Sabtu (10/4/2021). (Foto: dok PMI Sragen)
Sragen -

Jebakan tikus beraliran listrik kembali menelan korban jiwa. Seorang perangkat Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah, ditemukan tak bernyawa di sawah bengkok miliknya, Sabtu (10/4) petang.

Korban bernama Cipto Purnowo Wagiman (56), warga Dukuh Sadang, Desa Kecik, Tanon. Korban yang juga Kaur Umum Desa Kecik ini ditemukan oleh warga dalam kondisi tergeletak di sawahnya yang terletak di Dusun Kaping, Desa Kecik.

"Benar, ini saya masih di rumah duka. (Penyebabnya) Karena kesetrum, tadi korban ditemukan Pak RT sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Camat Tanon, Suratman, saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/4/2021).

Suratman melanjutkan, usai ditemukan warga, korban awalnya hendak dibawa ke klinik terdekat. Namun dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia.

"Sama warga hendak dibawa ke klinik, tapi dalam perjalanan sudah meninggal dunia kemudian dibawa pulang," terangnya.

Suratman menyebut, korban diduga meninggal akibat tersengat kawat jebakan tikus beraliran listrik. Jebakan ini dipasang di sawah korban sendiri.

"Korban kebetulan adalah Kaur Umum Desa Kecik. Itu sawah bengkok korban, dipasangi kawat untuk jebakan tikus," imbuhnya.

Kawat jebakan tikus ini, lanjutnya, dialiri listrik dari genset. Korban diketahui baru menyalakan genset tersebut siang tadi.

"Infonya tadi siang setelah jagong, korban menghidupkan genset. Tahu-tahu ditemukan sudah meninggal," imbuhnya.

Suratman melanjutkan, pihak kecamatan sebenarnya sudah sering mengimbau warganya untuk tidak memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Bahkan beberapa kali upaya pelepasan kawat jebakan tikus sudah sering dilakukan.

"Desa Kecik sendiri sudah sempat melakukan gropyokan tikus, dapat ribuan tikus. Tapi kemungkinan masih ada tikus sehingga petani masih memasang jebakan," pungkas Suratman.

Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dalam catatan detikcom, peristiwa terakhir terjadi di Karanganyar pada awal bulan lalu.

(sip/sip)