Round-Up

Geger Polwan Pati Digerebek Berduaan dengan Senior di Hotel Berujung ke Polda

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 09:48 WIB
Pati -

Seorang polwan yang bertugas di lingkup Polres Pati digerebek suaminya saat berduaan dengan senior di salah satu hotel di Semarang beberapa waktu lalu. Kini kasus ini ditangani Bid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng).

"Terkait penanganan perkara, sepenuhnya ditangani oleh Polda Jateng, karena TKP di Semarang," terang Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pati, Iptu Muchlison dalam konferensi pers di ruang Sie Propam Polres Pati, Selasa (30/3/2021).

Muchlison membenarkan ketiga oknum polisi yang diduga terlibat cinta segitiga itu merupakan anggota Polres Pati, di antaranya Brigadir Doni Kalbuadi, personel yang bertugas di Polsek Margoyoso Pati yang melakukan penggerebekan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/3) pukul 19.37 WIB.

"Dugaan perzinaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri. Bahwa benar yang bersangkutan adalah anggota Polres Pati. Saudara Brigadir D bertugas di Polsek Margoyoso, kemudian oknum Polwan istri dari Brigadir D, yakni saudari Bripka ARP. Dan yang diduga selingkuhannya yaitu Aipda M dinas di Polsek Cluwak," jelas Muchlison.

Terpisah, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan kasus ini ditangani Polda. Pihaknya sudah memeriksa oknum polisi yang bersangkutan.

"Sudah kita tangani di Polda, kita tarik, sudah kita periksa," kata Luthfi usai rapat bersama forkopimda di kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/3).

Luthfi mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam. Soal sanksi untuk cinta segitiga oknum polisi yang terlibat itu bakal diputuskan lewat sidang etik.

"Pindah tugas kan menghukum anggota, harus melalui proses sidang jadi, proses berkas perkara, sidang, baru diputuskan apakah demosi, apakah penundaan, apakah dan sebagainya. Jadi tidak bisa menghukum anggota dengan cara musyawarah," tegasnya.

Sementara itu, Brigadir Doni mengaku merekam penggerebekan itu lewat kamera di ponselnya. Doni mengaku mencurigai gerak-gerik istrinya dan sekitar sebulan lalu memasang alat GPS di mobil milik istrinya.

"Saya pasang GPS di mobilnya. Memang ada yang mencurigakan, sehingga saya pasang ini," terang Doni kepada detikcom, Senin (29/3).

Doni mengatakan, sesaat sebelum peristiwa tersebut, istrinya berpamitan hendak tugas dinas di salah satu Polsek di lingkup Polres Pati. Namun, tak berselang lama, ia memantau GPS dan mendapati mobil istrinya berada di Semarang.

Atas insiden tersebut, Doni mengaku telah melaporkannya kepada Bidpropam Polda Jateng. Terkait proses pembuktian dalam pemeriksaannya, Doni mengaku sudah menyerahkan kepada yang berwajib.

"Saya juga sudah dimintai klarifikasi. Minggu depan pun, sudah diagendakan pemeriksaan lagi kepada saya. Karena ini memang sebuah dugaan, seluruhnya saya serahkan kepada pimpinan saya," pungkasnya.

(ams/ams)