TKI Asal Karanganyar Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Karimun Kepri

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:24 WIB
Adik korban TKI yang ditemukan meninggal di Perairan Karimun, Triyono saat ditemui di rumah duka Karanganyar
Adik korban TKI yang ditemukan meninggal di Perairan Karimun, Triyono saat ditemui di rumah duka Karanganyar (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ditemukan tewas mengambang di Perairan Pangke, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pihak keluarga menyebut korban baru dua pekan berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai pekerja konstruksi.

Korban diketahui bernama Supriyono (40), warga Dusun Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar. Pihak keluarga membenarkan Supriyono merupakan salah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan perahu di perairan Karimun.

"Minggu (28/3) pagi, saya mendapat kabar dari istri almarhum bahwa korban mengalami musibah kecelakaan perahu di Perairan Karimun. Namun saat itu belum ada kejelasan mengenai nasib almarhum," ujar adik korban, Triyono (30), saat ditemui detikcom di rumah duka, Karanganyar, Selasa (30/3/2021).

Usai mendapatkan kabar tersebut, Triyono mengaku langsug menghubungi keluarga yang tinggal di wilayah Tanjung Balai. Triyono menyebut saat itu belum ada titik terang mengenai keberadaan korban.

"Baru kemarin (Senin) siang dapat kabar kalau almarhum ditemukan dalam kondisi meninggal," kata dia.

Triyono mengaku tak mengetahui bagaimana kakaknya bisa menjadi korban kecelakaan laut di perairan Karimun. Sepengetahuannya, korban berangkat ke Negeri Jiran menggunakan pesawat.

"Saya sendiri yang mengantar almarhum ke Bandara Kulonprogo (NYIA). Sepengetahuan saya ya langsung ke Malaysia karena memang selama ini bekerja di sana. Tapi saya saat itu memang tidak memastikan tujuan pesawatnya langsung ke Malaysia atau transit dulu," terangnya.

Menurut Triyono, kakaknya memang sudah lama bekerja sebagai pekerja kontruksi di Malaysia. Korban juga sudah sering bolak-balik Indonesia-Malaysia.

"Sudah sejak tahun 2000 bekerja di Malaysia. Pulang kampung dalam setahun biasa sekali dua kali. Cuma kemarin sejak awal pandemi memang di rumah, baru dua minggu kemarin saya antar untuk bekerja lagi di Malaysia," jelasnya.

Selengkapnya kata Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM (Disdagnakerkop & UMKM) Karanganyar, tentang TKI yang meninggal di perairan Karimun ini..

Selanjutnya
Halaman
1 2