Jateng Siapkan Lokasi Isolasi untuk yang Nekat Mudik Lebaran

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 17:53 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gudang Bulog Banaran, Klaten, Senin (29/3/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gudang Bulog Banaran, Klaten, Senin (29/3/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemprov Jawa Tengah tidak mau mengambil risiko peningkatan kasus virus Corona atau COVID 19 di wilayahnya. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan ada lokasi isolasi yang disiapkan bagi perantau yang nekat mudik Lebaran meski sudah dilarang.

"Karena ada yang bolos-bolos nekat mudik, maka kita siapkan tempat isolasi. Berdasarkan pengalaman tahun lalu kita jangan ambil risiko," jelas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada wartawan saat kunjungan ke Gudang Bulog Banaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, Senin (29/3/2021).

Menurut Ganjar, pemerintah pusat sudah tegas melarang kegiatan mudik Lebaran tahun ini. Tapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, meski dilarang ternyata masih ada saja pemudik yang nekat.

"Mudik sudah dilarang tapi seperti tahun lalu ada saja yang bolos. Maka kita akan nunggu para menteri secara sektoral yang akan mengatur, misalnya Menteri Perhubungan akan mengatur transportasi mana yang boleh jalan," lanjut Ganjar.

Ganjar mengatakan selain menunggu tindak lanjut dari para menteri, kerja sama dengan provinsi lain juga dilakukan. Termasuk koordinasi dengan kepolisian serta antar pemkab dan pemkot.

"Kita jangan ambil risiko, ini penurunan kasus COVID lagi bagus. Kalau kita disiplin terus maka akhir tahun kondisi akan lebih baik, jangan sampai ada gelombang kedua," papar Ganjar.

Dia menekankan gelombang kedua bahkan ketiga Corona di beberapa negara, kata Ganjar, sangat berbahaya. Sembari menggenjot vaksinasi, menurutnya masyarakat perlu menahan diri tidak mudik.

"Maka saya butuh bantuan masyarakat, tahan diri yuk sebentar saja untuk tidak mudik. Mudik itu konteksnya waktu tertentu, rombongan dan banyak, kalau sekarang pengin tilik keluarga ya sekarang nyadran-nyadran atau video call saja," imbuh Ganjar.

Soal vaksinasi, lanjut Ganjar, di Jawa Tengah tidak masalah dan tetap berjalan. "Vaksin jalan, kalau pusat kirim banyak kita gunakan. Ini kita fokus pada guru yang akan pembelajaran tatap muka dan tadi saya sudah cek di Solo telah divaksin pertama," pungkas Ganjar.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya, mengatakan saat ini vaksinasi COVID-19 di Klaten terus berjalan. Termasuk untuk para guru yang akan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Ya terus berjalan dan kita terus nunggu vaksin dari pusat. Untuk guru sudah berjalan, rencananya PTM semoga tidak mundur," kata Yoga pada detikcom.

Lihat juga Video: Mudik Dilarang, Ini Mekanisme Pemerintah Batasi Mobilitas Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)