Akhirnya Pulang, Begini Kisah Hilangnya Pak Sim 30 Tahun Lalu

ADVERTISEMENT

Akhirnya Pulang, Begini Kisah Hilangnya Pak Sim 30 Tahun Lalu

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 19:38 WIB
Magelang -

Kakek asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Muhammad Masim Masruri (65), akhirnya pulang setelah dilaporkan hilang sekitar 30 tahun lamanya. Sebelum menghilang tanpa kabar, kakek yang disapa Pak Sim itu ternyata pernah berniat mondok di pondok pesantren di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

"Kronologinya dulu karena keluarga tidak sama, dia (Pak Sim) pinter ngaji punya keinginan untuk mondok di Gontor," kata salah seorang kerabat Pak Sim, Muhammad Ridwan, kepada wartawan saat ditemui di Magelang, Kamis (25/3/2021).

Namun, kata Ridwan, keinginan pamannya itu dulu tak disetujui oleh orang tuanya. Mengingat jauhnya lokasi dan keterbatasan biaya.

"Waktu itu jauh, juga biaya (nggak boleh), kayak depresi," cerita Ridwan.

Diduga karena keinginannya tidak mendapatkan restu orang tuanya, Pak Sim lalu mengalami depresi. Pak Sim lalu menghilang tanpa kabar hingga ditemukan di Probolinggo, Jawa Timur, berkat media sosial.

Keluarga juga tak pantang menyerah mencari keberadaan Pak Sim. Bahkan keluarga sempat mengira Pak Sim sudah meninggal dunia dan menggelar pengajian.

"Mujahadah supaya ditunjukkan 'kalau bisa pulang biar pulang, tapi kalau nggak di mana jasadnya'. Selang tujuh hari acara itu nggak pulang juga. Dulu pernah ada penemuan mayat di RSU Magelang, keluarga mengecek hampir mirip, tapi di tangan nggak ketemu bekas luka," ujar Nurkhayati yang juga kerabat Pak Sim.

Sebelumnya diberitakan, kisah kakek asal Magelang, Jawa Tengah, Muhammad Masim Masruri (65), yang hilang kurang lebih selama 30 tahun ditemukan di Probolinggo, Jawa Timur, viral di media sosial.

Nurkhayati menuturkan kisah haru ini berawal dari postingan akun Instagram @novitha*****. Melalui IG story, akun itu dengan menampilkan dua foto Pak Sim saat kali pertama ditemukan dan foto Pak Sim setelah dipotong dan dimandikan dengan baju koko. Postingan itu diberi keterangan:

'bantu share dong gank.. Siapa tau ada yang kenal. Beliau hanya ingat Magelang, Kalisalak'.

Pak Sim ternyata ditemukan di daerah Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Nurkhayati bercerita Pak Sim hanya berkata sepatah-patah kata. Meski saat masih berada di Probolinggo, Pak Sim menangis karena dihubungi keluarganya di Magelang.

"Bicaranya sekecap-sekecap, setelah ditemukan bisa call (video call). Dia hafal dengan nama kedua adiknya. Setelah itu, malamnya nangis terus minta pulang terus," kata Nurkhayati.

(ams/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT