Awal Sakit yang Melumpuhkan 2 Kaki Rahma, Gadis Difabel Jago Melukis

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 12:44 WIB
Rahma, gadis difabel asal Banjarnegara yang jago melukis
Rahma, gadis difabel asal Banjarnegara yang jago melukis. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Hasil gambar karya Eprisa Nova Rahmawati, gadis yang viral asal Desa Penusupan, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara membuat kaget kedua orang tuanya. Mereka tidak menyangka jika putrinya memiliki keahlian melukis atau menggambar.

Ayah Eprisa Nova Rahmawati, Slamet Riyadi, mengatakan anak sulungnya mulai jatuh sakit sejak duduk di bangku kelas 3 SMP. Saat itu, diawali dengan panas tinggi saat baru bangun tidur.

"Awalnya itu badannya panas, sekitar tiga tahun lalu pas Rahma masih kelas 3 SMP," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (9/3/2021).

Usai panas, ia terus menjalani pengobatan keluar masuk rumah sakit hingga satu tahun lebih. Namun kondisi Rahma tak kunjung membaik. Malahan kedua kakinya tidak bisa digerakkan.

"Sudah berobat ke rumah sakit, terus menjalani pengobatan. Tetapi malah kakinya Rahma makin hari tidak bisa digerakkan," terangnya.

Slamet menjelaskan, dengan kondisi ini membuat Rahma menghabiskan waktunya di rumah. Selain belajar mata pelajaran sekolah, juga dihabiskan menggambar.

"Sekarang di rumah saja. Biasanya menggambar, belajar. Kadang juga mengajari adiknya membaca Alquran," tuturnya.

Ia berharap, putrinya bisa mendapat kesembuhan. Sehingga bisa berjalan dan beraktivitas seperti sebelumnya.

"Harapan saya sebagai orangtua, tentu Rahma bisa segera sembuh. Bisa kembali seperti dulu sebelum sakit," harapnya.

Rahma, gadis difabel asal Banjarnegara yang jago melukisRahma, gadis difabel asal Banjarnegara yang jago melukis. (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Guru Eprisa Nova Rahmawati di MA Cokroaminoto Karangkobar, Riyadi Junianto, mengaku bangga dengan hasil karya Rahma. Menurutnya, meski memiliki keterbatasan, namun semangat untuk belajar tidak pernah kendor.

"Kami dari sekolah juga bangga dengan Rahma. Selain pintar menggambar, nilai akademiknya juga bagus," sebutnya.

Selama sekolah di MA Cokroaminoto Karangkobar, Rahma belajar dari rumah. Teknisnya, ada guru yang mengantarkan tugas mata pelajaran ke rumah Rahma.

"Karena dia itu sudah tidak bisa berjalan sejak masih kelas 3 SMP. Jadi saat masuk di MA sampai sekarang belajar dari rumah. Sebelum pandemi juga sudah seperti ini. Harapan saya, semoga cepat diberi kesembuhan dan tetap semangat untuk terus berkarya," tambahnya.

(mbr/sip)