Cerita Soal Kendi Kiai Telingsing, Bikin Sunan Kudus Minat Belajar Ukir

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 22:15 WIB
Penampakan makam Kiai Telingsing ulama asal Tionghoa yang disebut sebagai guru Sunan Kudus di bidang seni ukir
Penampakan makam Kiai Telingsing ulama asal Tionghoa yang disebut sebagai guru Sunan Kudus di bidang seni ukir (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kedekatan Sunan Kudus dan ulama asal Tionghoa Kiai Telingsing ternyata bermula dari sebuah kendi berukir kaligrafi. Lewat kendi itu, Sunan Kudus pun berminat untuk belajar seni ukir. Bagaimana kisahnya?

Cerita soal kendi itu dikisahkan oleh juru kunci Makam Kiai Telingsing, Noor Hidayat (52). Noor menyebut Kiai Telingsing dulunya dikenal dengan The Ling Sing yang merupakan ulama asal Tionghoa yang tinggal di wilayah Sunggingan.

"Di Kudus ada tajug atau Menara Kudus dulu yang dirikan Mbah Kiai Telingsing. Konon ceritanya awal ketemu Kiai Telingsing dengan Sunan Kudus di Desa Nganguk. Itu di sana bangun masjid, itu pertama kali ketemu dengan Sunan Kudus," kata Noor mengawali kisahnya saat ditemui di Makam Kiai Telingsing, Rabu (3/3/2021).

Kiai Telingsing konon tersohor dengan keahlian seni mengukirnya. Sehingga, Kiai Telingsing dipercaya untuk membuat cinderamata kepada raja yang menjadi tamu Sunan Kudus.

"Asalnya Sunan Kudus meminta Kiai Telingsing untuk membuat cinderamata. Sunan Kudus kan menerima tamu raja-raja waktu itu, terus disuruh buat cinderamata," ucapnya.

Konon, Kiai Telingsing diminta untuk membuat kendi yang bertuliskan kaligrafi. Tak disangka kendi buatan Kiai Telingsing berbentuk sederhana.

Sunan Kudus waktu itu tak sengaja menyenggol kendi tersebut dan pecah. Ternyata dari pecahan kendi itu, Sunan Kudus menemukan ada lafal syahadat di bagian dalam kendi yang pecah.

"Itu sederhana, berupa kendi. Tanpa sengaja kok disenggol Sunan Kudus, jatuh, pecah, di dalamnya ada ukiran kalimat syahadat. Pada saat itu Sunan Kudus kaget kepada Kiai Telingsing, sehingga memang Sunan Kudus berguru tentang seni ukir, kanuragan itu belajar sama Kiai Telingsing," terangnya.

Noor yang merupakan juru kunci generasi ketiga menyebut Kiai Telingsing memiliki ayah berasal dari Jawa. Ayahnya bernama Sungging yang tinggal di China dan menikah di sana, sehingga Kiai Telingsing merupakan kelahiran Tionghoa.

"Silsilah Mbah Kiai Telingsing ini dilahirkan mulut-mulut ke mulut, ayahanda Mbah Kiai Telingsing dari tanah Jawa, yang namanya Mbah Sungging," ucapnya.

Dari kepercayaan turun-temurun, kata Noor, ayah Kiai Telingsing juga dikenal sakti. Saat dewasa, sang ayah meminta Kiai Telingsing untuk pergi ke Tanah Jawa.

"Nah itu bapaknya ngomong, kalau pengin hidupnya mulia, tenteram ke sana pergi ke tanah Jawa. Kiai Telingsing akhirnya ke Jawa. Ceritanya Kiai Telingsing ke Jawa naik perahu," terangnya.

Hingga kini makam Kiai Telingsing tidak pernah sepi. Lokasinya berada di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus. Jarak dari pusat kota Kudus sekitar 1,5 kilometer atau berkendara sekitar 4 menit saja.

Makam Kiai Telingsing berada di tengah permukiman warga. Bangunannya masih asri, tampak tumpukan bata berwarna merah yang masih terawat.

Selengkapnya soal kisah Kiai Telingsing dan Sunan Kudus...